Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Suka dengan konten Maringngerrang.com?
Jika kamu merasa terbantu dengan konten di blog ini, silakan dukung kami melalui Saweria.co/maringngerrang. Dukungan berharga dari kalian semua-lah yang membuat blog ini bisa tetap hadir di hadapan kamu. Terima kasih!

Penggunaan Kata di yang Tepat dalam Bahasa Indonesia

Penggunaan Kata di yang Tepat dalam Bahasa Indonesia

Sebagai warga Indonesia, kita sepatutnya berbangga dengan Negara kita. Karena kita merupakan satu diantara beberapa negara dengan warisan bahasa yang tak tergantikan serta salah satu negara dengan bahasa daerah yang paling beragam. Belakangan ini kegiatan sebagai "penulis" mulai banyak digeluti berbagai kalangan, mulai dari yang masih belia hingga sudah sudah legend. Namun sebagai orang yang gemar menulis, saya belajar banyak hal dari pengalaman menulis selama ini.

Saya menyukai jadi seorang penulis, kesibukan yang paling sedikit biayanya, bahakan bisa cuma gratis. Cuma butuh pena dan secarik kertas, itu sudah cukup. Setiap orang bisa menulis, tapi tidak semuanya bermakna. Itu yang terpenting bagi seorang penulis, bagaimana tulisan yang meninggalkan makna bukan hanya popularitas. Makna dalam sebuah tulisan adalah hal yang cukup penting, hal ini menggambarkan apa yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

Menyampaikan makna tulisan tentunya tidak terlepas dari tulisan itu sendiri, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tersampaikannya makna tulisan atau belum. Bahasa yang mudah dipahami, seorang penulis yang benar-benar memahami apa yang ia tulis adalah penulis yang mampu menyampaikan makna tulisannya dengan bahasa yang paling mudah dipahami. Gaya tulisan, gaya tulisan yang dimaksud di sini lebih tepatnya aturan dalam menulis, ini juga sangat penting, penulis harus memahami di mana sebuah kata harus digunakan.

Salah satu aturan penulisan yang paling banyak mengalami kesalahan saat digunakan adalah kata DI. Mungkin terdengar simpel tapi kata "di" mempunyai 2 bentuk. Yaitu "di" sebagai kata depan dan "di" sebagai kata sambung. Keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda, perbedaannya adalah di yang "disambung" dan di yang "di pisah". Bagaimana penggunaan kata di yang tepat? Mari kita bahas lebih jauh dalam tulisan ini.

# Aturan penggunaan kata "DI" yang tepat

Ketika menggunakan kata "di" banyak orang yang keliru apakah disambung atau dipisah. Misalnya dibalik atau di balik? Kedua kata tersebut sebenarnya betul tergantung posisinya dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia, kata "di" merupakan preposisi (kata depan) dan juga merupakan prefiks (imbuhan yang diletakkan di awal/depan sebuah kata dasar).

"Di" yang dipisah (kata depan / preposisi)

Apabila "di" sebagai kata depan atau preposisi, maka selamanya "di" dipisahkan dengan kata di belakangnya. "Di" sebagai preposisi hanya dapat diikuti oleh kata benda atau kata yang menunjukkan tempat. "Di" terpisah dari kata yang mengikutinya apabila diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat atau diikuti oleh kata benda. Berikut ini contoh penulisan kata "di" yang terpisah dari kata yang mengikutinya:
  • Di mana bukan dimana
  • Di bawah bukan dibawah
  • Di atas bukan diatas
  • Di samping bukan disamping
  • Di situ bukan disitu
  • Di sana bukan disana
  • Di mana-mana bukan dimana-mana
  • Di kampus bukan dikampus
  • Di rumah bukan dirumah
  • Di sisi bukan disisi
  • Di tas bukan ditas
  • Di jalan bukan dijalan
  • Di Pinrang bukan dipinrang (apalagi diPinrang)
  • Di Makassar bukan dimakassar (apalagi diMakassar)
  • Di hatiku ada kamu bukan dihatiku ada kamu
  • Di relung kalbu bukan direlung kalbu
  • Di persimpangan jalan bukan dipersimpangan jalan

"Di" yang disambung (kata sambung / prefiks)

"Di" sebagai kata sambung atau prefiks (seperti namanya) disambung dengan kata di belakangnya. Dan agar mudah di ingat "di" akan tersambung dengan kata yang mengikutinya apabila diikuti oleh kata kerja. Berikut ini contoh penulisan kata "di" yang tersambung dengan kata yang mengikutinya:
  • Ditulis bukan di tulis
  • Dikasih bukan di kasih
  • Dijawab bukan di jawab
  • Disambung bukan di sambung
  • Dipisah bukan di pisah
  • Dipakai bukan di pakai
  • Dibeli bukan di beli
  • Dipukul bukan di pukul
  • Ditempati bukan di tempati
  • Dikerjai bukan di kerjai
  • Dihantui bukan di hantui
  • Dicintai bukan di cintai
  • Dikemanakan bukan di kemanakan
  • Disandingkan bukan di sandingkan
  • Dikesampingkan bukan di kesampingkan
  • Dipertanyakan bukan di pertanyakan
  • Dipertanggungjawabkan bukan di pertanggungjawabkan (apalagi di pertanggung jawabkan)

Sebenarnya beberapa kata juga tergantung dari konteks kalimatnya, misal kata "disambung", apabila kata utamanya "sambung" bukan merupakan kata kerja, itu artinya dipisah dengan kata "di". Misalnya saja sebuah tempat yang bernama Sambung, maka jadinya "di Sambung" yang terpisah (meskipun katanya Sambung). Intinya jika bukan kata kerja artinya "di" nya dipisah.

# Tips memahami penggunaan kata "di"

Sebenarnya kedua penggunaan "di" sebagai prefiks dan preposisi akan mudah diingat apabila sudah sering digunakan dengan benar. Kalau kata kerja, maka disambung. Kalau kata benda atau tempat, maka dipisah. Tetapi untuk kamu yang ingin mencoba mengingatnya lebih mudah ada tips yang bisa kamu gunakan. Jadi untuk lebih mudah mengetahui "di" nya dipisah atau disambung, coba ganti kata "di" jadi imbuhan "me", kalau cocok dan dapat digunakan dalam kalimat yang serupa, maka itulah bentuknya. Sebagai contoh:
  • Ditulis - bisa diubah menjadi - menulis - jadinya disambung
  • Dikasih - bisa diubah menjadi - mengasih - jadinya disambung
  • Dijawab - bisa diubah menjadi - menjawab - jadinya disambung
  • Disambung - bisa diubah menjadi - menyambung - jadinya disambung
  • Dipisah - bisa diubah menjadi - memisah - jadinya disambung

Sedangkan kata yang menunjukkan tempat TIDAK dapat diberi imbuhan "me", contohnya:
  • Di mana - tidak bisa diubah menjadi - memana - jadinya dipisah
  • Di bawah - tidak bisa diubah menjadi - membawah - jadinya dipisah
  • Di situ - tidak bisa diubah menjadi - menyitu - jadinya dipisah
  • Di sana - tidak bisa diubah menjadi - menyana - jadinya dipisah
  • Dirumah - tidak bisa diubah menjadi - merumah - jadinya dipisah

Penggunaan kata "di" yang diikuti oleh kata dalam bahasa asing (selain bahasa Indonesia) biasa digunakan simbol "-" untuk menghubungkannya. Misal, di-download, di-subscribe, di-mention, dan sebagainya.

# Penutup

Itulah pembahasan tentang bagaimana penggunakan kata "di" yang benar, apakah sebagai kata sambung / prefiks atau sebagai kata depan / preposisi. Semoga melalui tulisan ini kamu bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, apabila ada kesalahan dalam tulisan ini, jangan sungkan untuk memberikan kritikan kamu melalui komentar. Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan juga sampaikan di komentar atau melalui halaman contact. Terima kasih dan sampai jumpa!

Posting Komentar untuk "Penggunaan Kata di yang Tepat dalam Bahasa Indonesia"

Dapatkan Info Terbaru!