Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Suka dengan konten Maringngerrang.com?
Jika kamu merasa terbantu dengan konten di blog ini, silakan dukung kami melalui Saweria.co/maringngerrang. Dukungan berharga dari kalian semua-lah yang membuat blog ini bisa tetap hadir di hadapan kamu. Terima kasih!

Aturan Penulisan Angka Penting dalam Ilmu Fisika

Aturan Penulisan Angka Penting dalam Ilmu Fisika

Salah satu hal dasar yang ada dalam fisika adalah aturan dalam menulis hasil sebuah pengukuran, menentukan berapa angka yang dianggap penting dalam hasil pengukuran tersebut dan hal itu menjadi batasan bagi angka penting pula, yaitu hanya berlaku bagi hasil pengukuran, jadi tidak berlaku untuk hasil perhitungan.

Dalam aturan penulisan angka penting, dikenal pula NTS (Nilai Satuan Terkecil) yaitu satuan ukur terkecil yang terdapat pada alat ukur yang digunakan. Misalnya sebuah penggaris yang umum dipakai NTS nya adalah 1 mm. Jadi jika sobat menggunakan sebuah alat ukur dimana satuan terkecil yang dapat diketahui dengan alat ukur tersebut adalah 1 meter maka nilai NTS yang digunakan adalah 1 meter pula, meskipun ada dm dan cm yang lebih kecil dari meter namun dengan alat ukur tersebut tidak dapat mengukur lebih pendek dari 1 meter maka tetap 1 meter menjadi NTS yang nantinya digunakan dalam menentukan aturan penulisan angka penting untuk hasil pengukuran menggunakan alat tersebut.

Sebuah hasil pengukuran akan dikatakan memiliki angka penting jika memiliki Angka Pasti dan Angka Taksiran. Angka pasti adalah angka yang satuan paling kecilnya sama dengan NTS. Contoh, hasil sebuah pengukuran menggunakan penggaris terhadap suatu benda tertentu adalah 4,25 cm dimana NTS dari penggaris tersebut adalah 1 mm, maka hasil pengukuran dapat ditulis 42,5 mm. 42 mm dapat dihitung bulat menggunakan penggaris (hasilnya pasti) namun 0,5 mm tersebut nilainya hanya taksiran dan tidak dapat dihitung bulat dengan menggunakan penggaris dengan NTS 1 mm. Jika hasil pengukurannya bulat, semisal 42 mm, maka angka taksirannya adalah 0,0 mm jadi dapat ditulis 42,0 mm.

Setelah mengetahui pendahuluan yang menjelaskan tentang apa itu angka penting, sekarang kamu perlu mengetahui pembahasan inti dari angka penting, yaitu apa saja aturan-aturan yang perlu diperhatikan dalam menetapkan angka penting pada sebuah hasil perhitungan dalam ilmu fisika. Berikut adalah aturan tentang angka apa saja yang dapat dikatakan angka penting dan angka tidak penting.
  1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
  2. Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting.
  3. Angka nol disebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting, kecuali jika ada penjelasan lain, misalnya garis bawah pada angka tertentu. Contoh : 513,00 = 3 angka penting.
  4. Angka nol yang terletak disebelah kiri angka bukan nol, baik disebelah kiri maupun disebelah kanan koma desimal tidak termasuk angka penting. Contoh : 0,0005 = 1 angka penting.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang Aturan Penulisan Angka Penting dalam Ilmu Fisika. Semoga melalui tulisan ini kamu bisa mendapatkan wawasan baru dan pengetahuan baru. Apabila dalam tulisan ini terdapat hal-hal yang kurang jelas dan ingin ditanyakan atau terdapat kekeliruan di dalamnya yang perlu diluruskan, kamu bisa menyampaikan semuanya melalui kolom komentar di bawah atau melalui halaman contact. Terima kasih dan sampai jumpa!

Posting Komentar untuk "Aturan Penulisan Angka Penting dalam Ilmu Fisika"

Dapatkan Info Terbaru!