[Testimoni] Digital Talent Scholarship 2019


Selamat datang teman-teman, terima kasih telah berkunjung di blog saya. Dalam posting kali ini saya akan membahas tentang pengalaman saya mengenai salah satu program beasiswa yang saya ikuti tahun ini, Yups, Digital Talent Scholarship 2019.

Nah, awalnya, saya dikirimkan sebuah link tentang beasiswa ini oleh salah satu dosen saya saat kuliah dulu, kebetulan saya sedang mencari sebuah kegiatan, baik itu berupa beasiswa, pelatihan ataupun pekerjaan. Akhirnya saya iseng-iseng cari informasi mengenai link tersebut, 

Nah, Program Digital Talent Scholarship Tahun 2019 (DTS 2019) merupakan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional ditujukan untuk meningkatkan keterampilan (up-skilling) sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa untuk memasuki industri 4.0.

Sebagai lulusan prodi Matematika, saya agak minder untuk mendaftarkan diri, karena tidak berlatarbelakang sarjana Teknik Informatika khususnya, tapi daripada saya melewatkanntya, ada baiknya dicoba dulu, masa iya, kalah sebelum berperang 😄  maka, saya mencoba mencari akademi yang sesuai dengan latar belakang saya.

Secara garis besar, DTS ini dibagi menjadi empat akademi, yaitu:
  1. Fresh Graduate Academy (FGA), program pelatihan bagi lulusan D3, D4, dan S1 bidang TIK dan MIPA, terbuka bagi penyandang disabilitas;
  2. Vocational School Graduate Academy (VSGA), program pelatihan bagi lulusan SMK;
  3. Coding Teacher Academy (CTA), program pelatihan bagi para guru yang mengajar bidang TIK pada SMK, SMA, SMALB dan Madrasah Aliyaah (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS); dan
  4. Online Academy (OA), program pelatihan secara online bagi masyarakat umum termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.
Dari pilihan di atas, sudah jelas saya masuk kategori yang mana, kan? 😄 Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah pelatihan ini terbuka bagi penyandang disabilitas. Wow! It's so sweet! Karena mereka tetap sama dengan kita semua.

Oke, saya pun memutuskan untuk mengikuti FGA. Ternyata, tidak hanya sampai di situ, saya kembali diwajibkan memilih dari salah satu tema yang disediakan oleh akademi tersebut.

Program Fresh Graduate Academy (FGA) merupakan program pelatihan bidang TIK yang berfokus pada enam (6) tema pelatihan yakni:
  1. Artificial Intelligence, 
  2. Big Data Analytics, 
  3. Cloud Computing, 
  4. Cybersecurity, 
  5. Internet of Things, dan 
  6. Machine Learning.
Setelah membaca dengan teliti pelaksanaan program, syarat, dan ketentuan-ketentuannya, maka saya pun memutuskan untuk mengambil tema Big Data Analytics (BDA), lanjutlah ke proses pendaftarannya, dimana-mana hal yang paling dasar dilakukan adalah login di website resminya, kemudian, melengkapi profil, dan upload berkas-berkas yang diminta, seperti KTP dan Ijazah.

Setelah itu, kita diarahkan untuk memilih tempat pelaksanaan pelatihan. Ada beberapa kampus ternama yang ikut bekerja sama dengan KOMINFO yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Karena saya berdomisili di Provinsi Sulawesi Selatan, maka saya mencoba mencari info kampus yang tersedia. Politeknik Negeri Ujung Pandang (VGSA) dan Universitas Hasanuddin (FGA) merupakan 2 (dua) kampus tersebut.  Sudah jelaslah, Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik, yang kebetulan berada lumayan dekat dari tempat tinggal saya, merupakan pilihan yang pas.

Beruntungnya, Unhas memberikan fasilitas untuk 4 (empat) tema dari FGA, yaitu AI, BDA, CC, dan IoT. Okay! Setelah selesai memasukkan lamaran (*ceileh 😃), tinggal menunggu hasil seleksi administrasinya.

Agak lama juga untuk mendapatkan hasilnya, bahkan saya sudah sempat merasa tidak lolos 😃, mungkin karena mendaftarnya di awal waktu. Akhirnya, saya mendapatkan kabar tersebut saat berada di Kota kelahiran saya, dikirimkan melalui e-mail dan dicek saat baru bangun tidur (tipe ngecek hape setelah bangun 😃). kurang lebih "Selamat, Anda lolos seleksi administrasi ..."

Alhamdulillah, namun seleksinya tidak hanya itu, kita diarahkan untuk mengikuti Tes Substansi Akademik, di jadwal yang telah ditentukan. berhubung saya menggunakan jaringan yang disediakan salah satu provider, saya perlu melihat sisa kuota (perjuangan mahasiswa banget ini mah!😃)

Waktu yang disediakan untuk melaksanakan tes adalah 1 (satu) pekan. Saya memutuskan untuk mengambil waktu dipertengahan, sebenarnya karena sudah hampir lupa jika harus mengikuti tes dan e-mail peringatan yang membuat saya tersadar kembali (maklum, lagi ada acara lain 😃) .

Ada beberapa prosedur dalam melaksanakan tes, mulai dari pengecekan kecepatan jaringan dan sebagainya yang diperlukan dilengkapi dengan langkah-langkahnya. (Ini merupakan salah satu yang terbaik, setidaknya tidak membuat orang lain, yang mungkin tidak tahu, bisa mengikuti langkahnya secara langsung tanpa searching sana-sini). Soalnya ada puluhan, 60 sepertinya, model pilihan ganda, menurut info teman saya yang mengikuti tes untuk tema yang lain, soalnya dibedakan bergantung tema pelatihan yang dipilih. Untuk BDA sendiri, ada beberapa soal perhitungan (bagian dari matematika) dan beberapa soal teori (bagian dari teknik). Karena saya berasal dari Matematika, untuk soal perhitungannya mudah dimengerti, tapi untuk bagian teorinya, masih belum memuaskan saya sendiri. Tapi jangan menyerah dulu, karena pertarungan sudah di depan mata. Oh iya, semua soal dalam tesnya berbahasa daerah, Daerah Inggris 😃. 

Setelah melaksanakan tes, kita masih menunggu pengumuman final, apakah saya layak untuk mengikuti pelatihan tersebut? Akhirnya, setelah lama menunggu (karena waktu pelaksanaan tes diperpanjang) maka, semua peserta yang lulus mendapatkan email dari panitia, berisikan ucapan selamat dan informasi yang lainnya. Alhamdulillah🙏 , saatnya kembali ke Kota domisili 😃

Pada tanggal 1 Juli 2019, diadakan briefing oleh kampus yang bekerja sama dengan KOMINFO, dalam kasus saya adalah Universitas Hasanuddin. Pertemuannya berisi tentang informasi perkuliahan yang akan kita jalani, dimulai 2 Juli - 15 Agustus 2019, beserta tata tertib dan segala yang dirasa penting untuk disampaikan.

Singkat cerita,
Pelatihan ini seperti halnya dengan kuliah singkat karena dalam 36 hari itu sudah termasuk pengerjaan tugas, baik individu maupun kelompok, project berkelompok di akhir pertemuan, mid test langsung dari pusat dan final test, bergantung dari kesepakatan. Suasananya, seperti halnya dengan proses perkuliahan biasanya. Kita akan diberikan hak-hak yang memang harusnya didapatkan, dan pastinya wi-fi merupakan hal yang wajib karena setiap hari kita sangat membutuhkan jaringan untuk sebagai penghubung menuju suatu tempat di awan (cloud) 😃😃

Nah, untuk kasus seperti saya, yang bukan berasal dari TI tidak perlu khawatir ataupun merasa minder, karena para pengajarnya pun memperkenalkan materinya dari awal dan senantiasa membimbing agar materi yang diberikan dapat diterima secara menyeluruh oleh para peserta, tidak hanya dengan metode ceramah, namun diselingi dengan tanya jawab, diskusi dan yang lebih asyik lagi adalah mempraktikkan secara langsung. Karena menurut saya, proses pembelajaran yang paling membekas dalam ingatan adalah praktik, tapi tetap perlu diiringi dengan catatan-catatan sebagai pengingat.

Program ini, menurut saya, sudah sangat berguna, dengan memberikan ilmu dan pengetahuan yang baru, yang sangat jarang ditemukan saat perkuliahan yang sebenarnya (apalagi pada jurusan yang tidak berhubungan dengan TI). Salah satunya adalah belajar mengenai bahasa pemrograman Python, mengenal Amazon Web Services dan layanan-layanannya, dan yang lebih spesifik mengenal tools apa saja yang dapat digunakan dalam Big Data Analytics. Serta, sebagai tambahan pengetahuan, kita perlu mengikuti kursus online di website Cognitive Class, juga diberikan pelatihan online mengenai Kewirausahaan Digital dan Soft Skill Development.


Oh iya perlu ditegaskan lagi, program ini merupakan beasiswa dari KOMINFO, kita akan mendapatkan hak-hak yang sudah seharusnya, seperti uang saku, seminar kit ( Jaket, Kaos, Totebag, ID Card, dan Flashdisk ), materi, serta fasilitas yang menunjang lainnya. Jadi kamu tidak perlu mengeluarkan dana sedikit pun untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sangat banyak di sini.

Yang paling terakhir dan yang tak kalah pentingnya dari pelatihan ini adalah peserta DTS yang berasal dari jurusan dan asal yang berbeda-beda, sehingga dapat memperluas tali persaudaraan dan mempererat persatuan.

Nah, mungkin kurang lebih seperti inilah pengalaman saya, selama mengikuti program pelatihan ini. Over all, I love it!! Saya jadi tertarik untuk belajar lebih lagi, meski tidak sejalan dengan latar belakang pendidikan, namun, setidaknya saya mendapatkan sesuatu yang baru, yang mungkin akan berguna suatu saat nanti.


Terima kasih telah memberikan kesempatan bagi saya menjadi keluarga DTS 2019

Kita bisa belajar dari segala hal, bahkan dari benda mati sekalipun, asalkan membiarkan pikiran kita menjelajahinya dari segala sisi. Karena segala sesuatu di dunia ini diciptakan Allah SWT. dengan tujuan yang baik.

Cr : Youtube "Channel TV FM"

Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin teman-teman tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, selamat berkunjung kembali.

Belum ada Komentar untuk "[Testimoni] Digital Talent Scholarship 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel