Tips Sebelum Transfer Domain, Perhatikan Hal Penting Berikut

Sebelum Transfer Domain, Perhatikan Hal-Hal Berikut

Transfer domain. Bagi sebagian orang istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi. Seperti namanya, transfer domain merupakan proses pindah tangan sebuah domain. Baik pindah kepemilikan maupun pindah domain registrar. Pada artikel ini akan dibahas beberapa hal tentang domain khususnya tentang transfer domain.

Apa itu domain registar?

Domain registar merupakan pihak yang menyediakan layanan pendaftaran domain seperti, IDWebhost, Niagahoster, Domainesia, Dewa Web dan sebagainya. Pada dasarnya domain di seluruh dunia diatur oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang berpusat di California, USA. Dan registar yang terdaftar di ICANN bisa dilihat di sini.

Jadi registar domain hanya membantu pengguna (misalnya saya atau kamu) untuk mendaftarkan nama domain ke ICANN, atau dengan kata lain sebagai perpanjangan tangan kepada ICANN. Tapi kenapa harus mendaftar melalui domain registar!?

Lalu kenapa kita tidak mendaftar langsung ke ICANN? Karena hal tersebut tidak mungkin, ICANN hanya menerima pendaftaran domain melalui domain registar atau reseller registar tersebut.

Bisakah kita menjadi domain registar? Tentu saja bisa, jika punya perusahaan resmi yang bisa didaftarkan pada ICANN.

Apa itu transfer domain?

Transfer domain merupakan pemindahan suatu domain dari satu provider/registar ke registar lain. Contohnya kamu memindahkan domain mu dari IDwebhost ke Domainesia, maka proses perpindahannya disebut transfer domain.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan mengapa sebuah domain bisa ditransfer. Pertama karena adanya fitur atau layanan yang tidak tersedia di sebuah registar atau karena merasa registar tertentu lebih baik.

Selain itu perpindahan kepemilikan juga bisa menjadi salah satu faktor transfer domain. Jika pihak yang membeli domain menggunakan registar yang berbeda, maka perlu dilakukan transfer domain.

Hal penting sebelum transfer domain

Domain maringngerrang.com pernah mengalami sebuah transfer akibat satu dan lain hal, oleh karena itu berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang transfer domain dan informasi penting sebelum transfer domain.

Butuh waktu!

Ya, hampir semua perubahan yang dilakukan terhadap suatu domain akan membutuhkan waktu. Misalnya saja mengubah atau menambah record, maka butuh waktu paling lama 24 jam hingga perubahannya bisa terlihat.

Tetapi waktu 24 jam masih terlalu sebentar jika dibandingkan waktu untuk transfer domain. Waktu yang dibutuhkan adalah 5 sampai 7 hari kerja. Ingat loh ya hari kerja. Jadi berdasarkan pengalaman di Maringngerrang, domain ditransfer dari tanggal 7 dan berhasil pada tanggal 13. Jadi jika kamu berencana melakukan transfer domain, maka harap pertimbangkan waktu tersebut.

Apa yang terjadi selama masa transfer?

Apakah selama waktu 5-7 hari tersebut domain tidak dapat diakses? Ini pertanyaan yang cukup penting dan banyak ditanyakan, jawabannya adalah tidak. Maksudnya selama masa transfer 5-7 hari tersebut tidak akan terjadi apa-apa dengan domain, jadi domain masih bisa diakses.

Lalu apa yang terjadi? Yang sebenarnya terjadi adalah hal yang tidak diberitahukan secara langsung kepada pelanggan. Namun pada dasarnya terdapat serangkaian proses administrasi ibarat perpindahan sebuah aset perusahaan ke perusahaan lain.

Bagaimana dengan masa aktif domain?

Ini yang menarik. Sebenarnya ketika melakukan transfer domain tidak ada biaya khusus untuk transfer itu sendiri. Tetapi tetap saja butuh biaya.

Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar harga perpanjangan domain tersebut namun ketika proses transfer selesai pembayaran tersebut dijadikan biaya penambahan masa aktif domain.

Jadi contohnya seperti ini, sebuah domain pada awalnya aktif sampai 2023. Dilakukan proses transfer dengan pembayaran sebesar perpanjangan domain selama 1 tahun. Setelah transfer selesai dan domain sudah pindah registar, maka masa aktifnya menjadi 2024. Jadi tidak ada biaya transfer bukan!?

Yang pindah hanya domain!

Pembahasan dalam tulisan ini yaitu domain tanpa hosting, mungkin lain kali akan dibahas pula beserta hostingnya.

Seperti yang diketahui bersama bahwa sebuah domain biasanya diisi dengan record tertentu, ada pula yang hanya mengubah nameserver. Namun setelah proses transfer selesai yang berpindah hanya domain itu saja.

Dan semua hal lain yang melekat pada domain tersebut tidak akan ikut ditransfer. Jadi baik itu record, nameserver, email forwarding, dan sebagainya akan hilang di registar baru (namun biasanya masih ada di registar lama tapi tidak bisa diapa-apakan lagi).

Jadi sebaiknya jika setelah transfer domain selesai pastikan kamu segera menambahkan record baru (yang isinya sama dengan record lama). Hal ini karena saat transfer berhasil maka domain benar-benar "kosong", yang muncul bukanlah web/blog kita tapi bisa saja iklan. Atau pastikan kamu segera mengubah nameserver sesuai yang kamu inginkan.

Intinya setelah transfer selesai jangan diamkan domain kamu karena kamu akan kehilangan pengunjung.

Pastikan email pada WHOIS bisa kamu akses!

Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah pastikan kamu bisa mengakses email yang tertera pada WHOIS domain kamu. WHOIS merupakan informasi pemilik domain tersebut, meliputi nama, alamat, email, nomor HP dan sebagainya.

Saat proses transfer domain, pemilik perlu melakukan verifikasi sebelum prosesnya dilanjutkan. Hal ini untuk menghindari tindak pencurian/transfer yang tidak diinginkan.

Verifikasi dilakukan melalui email. Sebuah email akan dikirim ke alamat email yang tertera di WHOIS untuk klik link yang akan menentukan apakah proses transfer akan dilanjutkan atau dibatalkan.

Jadi pastikan kamu tidak menggunakan email yang sembarangan pada WHOIS. Karena email tersebut akan diperlukan pada saat verifikasi proses transfer domain

Syarat transfer domain!

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi domain yang akan ditransfer. Secara umum adalah sebagai berikut:
  1. Domain sudah di-unlock atau buka kunci domain. Menu ini tersedia di client area di registar yang kamu gunakan
  2. Domain sudah aktif paling tidak 60 hari. Jadi agar bisa ditransfer domain tersebut harus berumur paling sedikit 2 bulan (60 hari)
  3. Masa aktif domain harus masih lama, paling tidak masih aktif selama 30 hari kedepan
  4. Menggunakan email yang sama dengan di WHOIS (kamu bisa mengakses email yang ada di WHOIS)
  5. Melengkapi persyaratan dokumen bagi domain Indonesia. Misalnya domain co.id ac.id dan sebagainya
  6. Memiliki kode EPP (kode rahasia atau Transfer Secret) yang hanya digunakan untuk proses transfer
  7. Mematikan/nonaktifkan WHOIS Privacy Protection. Bagi kamu yang menggunakan layanan perlindungan WHOIS pastikan di-nonaktifkan dulu sebelum transfer domain

Cara transfer domain

Untuk hal teknis seperti cara melakukan transfer domain mungkin tidak dibahas pada tulisan ini, mengapa!? Karena bisa saja nama menu dan tempat pilihannya berbeda-beda tiap registar.

Tetapi jika kamu sudah pernah mengelola sebuah domain tentunya bisa memahami dengan mudah syarat-syarat transfer domain di atas. Selain syarat tersebut langkah selanjutnya ialah membuka menu transfer domain di registar baru dan melakukan proses yang hampir sama seperti saat membeli domain baru. Bedanya ada tempat untuk menambahkan kode EPP.

Cara terbaik untuk melakukan transfer domain yaitu dengan menghubungi service center dari registar baru yang kamu gunakan.

Penutup

Itulah beberapa hal tentang domain dan transfer domain. Informasi dalam artikel ini mungkin masih kurang, oleh karena itu jika ada hal lain yang kamu ketahui silakan sampaikan pada komentar di bawah.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu. Jika terdapat hal-hal yang kurang jelas, maka jangan sungkan untuk menyampaikan pada komentar di bawah atau melalui halaman contact blog ini. Terima kasih dan sampai jumpa!

Belum ada Komentar untuk "Tips Sebelum Transfer Domain, Perhatikan Hal Penting Berikut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel