Monday, October 8, 2018

Dongeng Ayam yang Punya Sayap Tapi Tidak Bisa Terbang

Dongeng tentang ayam yang punya sayap tapi tidak bisa terbang

Alkisah, dahulu kala ayam masih bisa terbang tinggi seperti halnya burung yang lain. Bahkan, si ayam memiliki kemampuan terbang lebih tinggi daripada burung lain. Dengan sikap yang sombong ayam menantang burung lain untuk beradu terbang dan yang menang adalah yang mampu terbang paling tinggi sampai tidak terjatuh. “Hai, apa diantara kalian ada yang mau melawanku untuk beradu terbang denganku”, kata ayam congkak. “Hei ayam, jangan sesumbar dahulu kamu. Tubuhku yang kecil lebih ringan dan mudah untuk terbang lebih cepat dibanding kamu”, kata merpati gusar. “Owh, baiklah mari kita mulai perlombaan”, sahut ayam.

Semua jenis burung pun berkumpul untuk melihat perlombaan antara ayam dan merpati. Segera setelah dimulai lomba, merpati pun langsung melesat meninggalkan ayam. Dengan tubuhnya yang ringan merpati tidaklah sulit baginya untuk terbang jauh meninggalkan ayam. “Bagaimana ayam? masih merasa hebat kamu?”, ejek merpati. “Jangan senang dahulu kau! aku pasti menyusul”, jawab ayam geram. Perlombaan pun sangat seru. Keduanya saling menyusul hingga akhirnya sampai tidak terlihat oleh burung-burung yang melihat dari bawah. Setelah itu, timbullah niat buruk ayam untuk berbuat curang. Ketika tepat di bawah merpati, ayam langsung menggigit kaki merpati dengan kerasnya beberapakali sampai berdarah-darah kedua kakinya. sehingga kaki merpati yang awalnya kuning kecokelatan menjadi merah berlumuran darah. “K-kkau curang ayam..!!” ucap merpati. Merpati pun jatuh terhempas ke tanah. Dan konon itulah yang menyebabkan sekarang ini kaki merpati berwarna merah.

Burung-burung yang di bawah pun terkejut melihat merpati yang tiba-tiba jatuh terkapar di tanah. Perlombaan dihentikan dan ayam dinyatakan sebagai pemenang. Esok hari ketika merpati sudah sadarkan diri ia menceritakan kejadian kemarin kepada sahabat baiknya yaitu burung elang. Elang yang bersimpati dengan sahabatnya langsung kemudian datang ke tempat ayam untuk menantang perlombaan terbang. “aku terima tantanganmu elang!”, tukas ayam. Akan tetapi ayam sebenarnya merasa takut karena elang adalah burung yang sangat kuat. Selama ini elang hanya tidak ingin ribut dengan ayam, tapi karena ayam yang sudah begitu keterlaluan perlu diberi pelajaran. Ayam akhirnya menemukan ide licik untuk mengalahkan elang.

Hari yang dinanti tiba, burung-burung kembali berkumpul untuk melihat langsung pertandingan antara dua burung yang kuat. Akhirnya pertandingan dimulai, benar saja dugaan ayam ternyata elang adalah burung yang luar biasa kuat. Dalam sekejap elang terbang jauh meninggalkan ayam. Ayam yang merasa tidak bakal mampu mengimbangi kemampuan elang langsung melakukan rencana liciknya. Ia pergi ke tebing sarang burung elang dan di sana didapatkan beberapa telur. Elang pun heran dengan tingkah laku ayam. Tanpa disangka oleh elang, ternyata ayam berniat menjatuhkan sarang beserta telurnya dari tebing. “Hei, apa yang kau lakukan ayam!! Hentikan”, seru elang sembari berbalik untuk menerjang ayam. Tanpa menghiraukan perkataan elang, ayam langsung menjatuhkan telur-telur itu hingga akhirnya pecah saat menyentuh tanah. “Aku tidak akan memaafkanmu ayam!!”, teriak elang. “Aku bersumpah untuk selalu mengincar dan memangsa anak keturunanmu nantinya sebagai pembalasan apa yang telah kau perbuat!”,kata elang. Konon inilah awal mula sebab permusuhan antara ayam dan elang juga awal mula sebab elang selalu memangsa anak ayam.

Ayam yang mengetahui kemarahan elang langsung terbang setinggi-tingginya. Akan tetapi, setiap perbuatan akan menuai balasan. Seketika petir dari langit menyambar tubuh ayam dan menghempaskannnya ke tanah, tubuhnya hangus dan sayapnya pun lumpuh. Kemudian takdir atas ayam pun ditentukan bahwa ia akan menjadi burung yang paling sering dimangsa oleh manusia. Untuk menghilangkan sifat congkaknya, kemampuan ayam dicabut oleh Tuhan. Dan begitulah, yang menjadi asal muasal ayam tidak bisa terbang meski memiliki sayap.

Next

Related