Tuesday, April 3, 2018

Tak Tahu Syariat


Kalau engkau tak tahu tentang syariat Islam, harusnya engkau belajar bukan malah berpuisi. Kalau engkau tak tahu tentang syariat Islam, harusnya engkau bertanya bukan merangkai kata tanpa makna dan miskin arti.

Jika engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian dari ketaatan, sebagaimana kamu rukuk dan sujud.

Engkau juga akan mengerti bahwa membandingkan konde dengan cadar itu perkara yang menggelikan, yang satu ingin menjaga dan yang satu ingin mengumbar.

Maka hal paling pintar yang kau lakukan adalah diam, sebab berbicara tanpa ilmu bagaikan kita berjalan tanpa pelita di kegelapan malam.

Pastinya juga engkau tak tahu bahwa negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir yang enam kali dilantangkan dalam adzan yang engkau tuduh tak lebih merdu dari kidung ibumu.

Tanpa islam tak ada artinya Indonesia, maka dimulakan negeri ini dengan "atas berkat rahmat Allah". Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia.

Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam yang menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan, dari sekadar pelengkap menjadi tiang peradaban.

Kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan siapa dirimu, begitu resahnya engkau mendengar adzan dan kemudian melihat cadar serta mempermasalahkan hijab, sebab kutahu yang takut kepada Islam hanyalah penjajah dan dari dulu sudah begitu.

Tak berkonde, tak mampu berkidung, tak menjadi masalah, tapi bila engkau tidak tahu tentang syariat Islam, maka ini bermasalah, sebab bagaimana bisa taat kepada Allah SWT. Tapi tak Islam, maka kita tidak akan ada pertolongan dihari yang tidak ada keraguan di dalamnya.

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, mari duduk melingkar, mari kita belajar, maka akan kujelaskan kepada engkau bahwa bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak ada yang lebih penting daripada Allah dan Rasul-Nya.

By: Felix Siauw
Disqus Comments