Latest Post

Blogger

Photoshop

Education

Monday, March 25, 2019

KARUN (Cerpen)



"KARUN"

Reno berumur 40 tahun. Ia adalah seorang pencari harta karun. Lima belas tahun sudah ia habiskan waktunya untuk menekuni profesinya ini. Namun, tak ada hasil sedikitpun yang ia dapatkan. Ia sudah merasa putus asa.

“Nampaknya profesi ini harus aku tinggalkan, karena ini hanya membuang-buang waktuku,” ujarnya di dalam hati

Suatu hari ia berjalan-jalan di tengah kota. Saat itu angin yang amat kencang membuat sampah-sampah beterbangan. Tiba-tiba selembar kertas buram penuh noda yang terbawa angin mendarat tepat di wajahnya.

“Kertas apa ini?" tanya Reno, kemudian memerhatikan kertas tersebut dengan saksama, "Wah kebetulan sekali inilah benda yang aku cari selama ini. Mungkin ini akan menuntunku ke tempat harta terpendam.”  ucap Reno dengan riang.

Reno bergegas pulang menuju ke rumahnya dan mempersiapkan alat-alatnya. Sebelum pergi, ia berpamitan dengan anak tunggalnya yang sudah dewasa, sangat pandai dalam menganalisa segala hal dan senang mengajarkan keahliannya itu kepada orang lain. Ia bangga mempunyai anak sepertinya hingga ia pun tak merasa khawatir untuk meninggalkan anaknya mungkin untuk beberapa hari demi petualangannya.

Setelah berpamitan, Reno pun pergi dengan perasaan optimisnya, berpatokan pada petunjuk dari kertas yang ia temukan tadi. Ia akan memulai pencarian harta karunnya di alun-alun kota. Tempat pertama kali ia menemukan kertas tersebut.

Di alun-alun kota, Reno mencari di setiap sudut tempat. Banyak orang terheran-heran karena melihatnya, seorang lelaki tua berpakaian unik, sepatu bot yang besar, topi koboy, rompi kotak-kotak dan membawa banyak barang di ranselnya sedang berada di tengah kota dan seperti sedang kebingungan mencari sesuatu. Bahkan ada yang menertawainya mengira Reno adalah orang gila.

Namun Reno tidak ambil pusing dengan keadaan di sekitarnya, ia tetap mencari dan mencari. Setelah beberapa menit mencari, Reno merasa lelah dan beristirahat di dekat air mancur. Ia pun berjalan gontai dan hampir berputus asa. Tiba-tiba, ia merasa menapakkan kakinya di tempat yang salah. Ia segera melihat ke bawah tenyata ada sebuah botol kecil berisi kertas yang tersembunyi dengan baik. Diambilnya botol tersebut, lalu ia membaca isi kertas itu.
   
“Batu kerikil akan menghentikan langkahmu. Hindarilah segala bahaya dan rintangan di setiap perjalananmu, dan mulailah menunggu. Pada elEktRon, Gaya IntramoLekul adalAH gaya tariK mEnarik dUa molekul yang sifaTnyA tak RapAt.”
   
Setelah membaca petunjuk, ia mencoba menganalisis. Hmm.. Kemana aku selanjutnya? pikir Reno. Ia mencoba memperhatikan huruf demi huruf. Lama memperhatikan akhirnya ia mengambil kesimpulan dari apa yang tertulis di sana.

“PERGILAH KE UTARA. Bingo!”

Reno menuju ke utara dari tempat ia berdiri. Ia tiba di sebuah jalan raya yang banyak dilalui oleh kendaraan. Ia kebingungan apa yang hendak diperbuatnya. Ia beristirahat di sebuah halte bus sambil memikirkan langkah selanjutnya. Ia teringat ”Hindarilah segala bahaya dan rintangan di setiap perjalananmu, dan mulailah menunggu”

“Tempat ini adalah jalan raya, hindari segala bahaya dan rintangan, berarti aku harus menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi saat aku mulai berjalan. Dan mulailah menunggu, artinya aku harus menunggu. Aha! Bingo!” ujarnya kegirangan

Ia menyimpulkan untuk tidak menyeberangi jalan dan tempat menunggu itu adalah halte bus. Dicarinya kembali petunjuk berikutnya.  Akhirnya ia menemukannya tepat di bawah tempat duduk halte bus itu, namun terlalu banyak orang di sana. Setelah berpikir lama, ia pun memberanikan diri ke sana dan dengan cueknya berlutut di depan seorang wanita berpakaian kerja. Wanita itu kebingungan dan merasa heran. Reno mengulurkan tangannya ke depan, kemudian ia melihat wanita itu menggerakkan tangannya bermaksud untuk menyambut uluran tangan Reno, namun tepat sebelum tangan wanita itu sampai, tangan Reno membelok, bergerak menuju tempat petunjuknya berada lalu berdiri dan meninggalkan wanita itu dengan cuek dan tanpa rasa bersalah. Wah!

Ketika suasana aman, dibacanya isi petunjuk itu.
   
“Wah kamu telah melewati halangan dan rintangan. Sekarang itu waktunya umat muslim melaksanakan kewajibannya. Jangan lupa, simpanlah barang yang tak kau gunakan.”

   
Reno melihat jam tangannya dengan tampang bingung,

“Ini belum waktunya untuk shalat dan apakah tidak menimbulkan masalah menyimpan barang tak digunakan di masjid? Tentu akan terlihat sangat kotor.” tanya Reno.

Ia berpikir sejenak, “Tunggu, jika itu akan terlihat sangat kotor artinya tempat yang tepat adalah membuangnya di tempat sampah, tapi tempat sampah masjid? Terlalu banyak. Analisa lagi!" perintahnya, agar otaknya memikirkan kemungkinan lain.

Selang beberapa waktu, "Ohh, aku menemukannya, setiap orang shalat mereka semua akan menghadap ke satu arah, BARAT. Hahaha.” Reno kegirangan memecahkan petunjuknya yang kedua.

Reno berkesimpulan ia harus menuju ke Barat karena para muslim menghadap ke Barat saat mereka melaksanakan kewajibannya. Ia berjalan dan menemukan sebuah tempat sampah. Ia mencari petunjuk tepat di bawah tempat sampah itu dan menemukan tanda panah yang mengarah ke Selatan dan angka 3.
   
Ia kembali berjalan ke Selatan dan menemukan banyak pohon rimbun dan besar. Ia berhenti di depannya sebuah pohon yang paling besar dan berumur menghalangi pandangannya, dan ternyata berada tepat di depan rumahnya. Tapi, ia kebingungan dengan angka 3. Ia berpikir 3 itu mempunyai bahasa tertentu.
   
“Mari kita analisis, bahasa yang merujuk ke angka 3, tiga, drei, three, set, san, apa lagi? Three? Penyebutannya seperti tri, dalam bahasa Inggris mungkin saja maksudnya adalah Tree atau pohon.”
   
Mungkin di pohon ini jawaban dari semua teka-tekinya, pikir Reno. Ia menggali tepat di dekat akar pohon tersebut dengan wajah yang riang seperti anak kecil diberi permen. Setelah sekian lama tanpa hasil, tenyata ini adalah hasil yang sangat didambakannya. Ia menemukan sebuah peti harta karun yang tidak terlalu besar.

Reno pun membuka peti itu, tenyata terkunci. Karena tidak sabar, dibukanya secara paksa peti tersebut dan harap-harap cemas ia membuka petinya secara perlahan, “Akhirnya setelah penantian panjang, aku menemukan harta karun, yang ternyata berada tepat di halaman rumahku. Hahahaha,” kata Reno lantang penuh kemenangan. Ia sangat terkejut melihat isi peti tersebut.
     
“Ayah sedang apa di sana?" Suara Anak Reno terdengar dari belakang, "Mengapa peti untuk permainan harta karun besok ada di tangan Ayah?” tanya Anaknya yang keluar dari rumah karena mendengar suara aneh di tempat persembunyian peti harta karunnya, “Aku baru saja ingin mencari petanya, sepertinya aku kehilangannya saat berada di alun-alun kota.”


TAMAT

Catatan:
Cerpen di atas merupakan tulisan hasil kolaborasi saya dan teman saya sewaktu SMA untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Mohon untuk menghargai hasil karya seseorang. Terima kasih.🙏

Sunday, March 17, 2019

Dariku, Si Penjaga Sudut


Melihat Sisi Lain dari Sebuah Warung Makan

Warung makan, selain merupakan tempat untuk mengisi perut, juga dapat dijadikan sebagai tempat dengan fungsi yang berbeda. Orang-orang yang datang ke tempat makan mempunyai berbagai alasan, mulai dari yang paling umum sampai yang khusus. Jika ingin melihat berbagai macam tipe orang lain, kalian bisa menemukannya di sini.

Duduk menikmati makanan sembari melihat orang-orang yang sedang dalam kesibukannya masing-masing merupakan hal yang sering kulakukan. Hanya sebagian orang yang tujuan utamanya adalah datang untuk memuaskan rasa laparnya, sisanya mereka memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam warung makan ini. Ya, fasilitas yang baik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Mulai dari menjadi tempat pertemuan kantoran, makan dan bermain bersama keluarga, reuni dan ajang curhat dengan teman-temannya, mengerjakan tugas, memanfaatkan internet, dan ada juga yang menikmati kesendiriannya.
 
Aku menikmati kesendirianku di sudut ruangan, mendengarkan lagu dengan headset, menjelajah internet, dan sesekali mengetik sesuatu yang mungkin akan menjadi sebuah tulisan, seperti tulisan ini. Aku menulisnya tidak sengaja dengan memandang mereka yang menjadi objek tulisanku, entah kapan aku tertarik memperhatikan orang-orang dalam meja yang berbeda.

Bermacam-macam orang yang kutemukan, dengan ekspresi yang berbeda. Aku memperhatikan mereka sembari mencoba menebak jalan pikiran mereka dan mempelajari makna dari ekspresi seseorang. Yah, aku memang kurang kerjaan, namun kuakui, dengan duduk diam sambil memperhatikan mereka membuatku merasa bersyukur dengan semuanya.

Terkandang aku ikut tertawa ketika mendengar celetukan unik dari meja di sebelahku, terkadang aku ikut serius melihat orang lain menjelaskan sesuatu dengan suara yang besar, terkadang aku mencuri dengar curhatan mereka. Semua tingkah laku mereka sangat menarik mata sipit dan telinga ultrasonikku bekerja.

Dari berbagai usia dan pekerjaan, ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan sebagainya. Semua berkumpul tanpa mengganggu sama sekali, sebuah toleransi yang sangat baik. Ruangan yang kecil, bahkan jarak yang dekat setiap meja tidak membuat mereka terganggu dengan kegiatannya masing-masing. Mendengar segala percakapan mereka sangat mungkin, namun yang lain tidak terlalu mempermasalahkannya, namun ketika ada suara aneh yang terdengar, seperti tangisan bayi atau nampan yang jatuh, ada banyak reaksi. Entah ini baik atau tidak, namun dengan melihat mereka, aku banyak mengerti tentang kehidupan orang lain.

Orang lain juga punya masalahnya masing-masing. Mungkin hari ini, ada yang datang dengan kabar baik meluangkan waktu bersama keluarganya, ada yang datang dengan ekspresi murung lalu bercerita dengan temannya yang sudah menunggu, ada yang dengan muka lelahnya sedang mengerjakan tugas bersama teman sekelasnya, ada pula yang datang sendiri, makan sendiri, seolah ingin bersembunyi dari hal yang sedang dihadapinya. Seperti sebuah roda kehidupan, berputar, mengubah posisi seseorang.

Warung makan ini seperti sebuah dunia kecil, akan ada saatnya yang murung akan terlihat bahagia, yang bahagia mungkin akan ada saatnya datang dengan sebuah masalah untuk diselesaikan bersama. Setidaknya ini menyadarkanku bahwa seseorang punya waktunya sendiri. Akan ada saatnya aku seperti mereka yang bahagia, akan ada saatnya aku yang duduk di sudut ruangan berada di meja tengah bersama teman-temanku, Yup! Akan ada saatnya.

Bersikap bodoh, menyerah dan mengeluh bukan suatu kesimpulan yang baik, melainkan berbagi dan merenung adalah sikap yang ditunjukkan beberapa orang di sini. Ya, itu sebuah pilihan yang baik, untukku yang harus siap dalam segalanya, karena hidupku masih berharga dan aku masih punya kesempatan, selama aku masih bernapas.

Ketika kalian sedang berada pada masa seolah “dibuang” dari dunia ini, cobalah ke sebuah warung makan, duduk di sudut ruangan, memperhatikan orang-orang di sekitar. Maka kau akan belajar sesuatu dari mereka. Bagaimana mereka menghabiskan waktu dan bersikap mengenai apa yang telah mereka alami selama ini. Maka kau akan melihat bahwa dirimu masih berada dalam dunia ini, hanya saja ini belum waktumu untuk bersinar. Dia akan datang pada saat yang tepat ketika kau sudah siap untuk semuanya.

Bersyukur, Berusaha, dan Berdoa.

Dariku yang ada di sudut ruangan.

Monday, February 25, 2019

Riwayat Penyakit Maag dipertanyakan Saat Wawancara Kerja. Jawab Jujur, gak?



Selamat datang teman-teman, terima kasih telah berkunjung di blog saya. Dalam posting kali ini saya akan memberikan informasi tentang penyakit maag yang ditanyakan saat wawancara kerja.


Maag dan Wawancara Kerja

Sering sekali kita menemukan kuesioner yang menanyakan tentang riwayat penyakit ketika sedang mengisi biodata ataupun wawancara kerja. Penyakit yang paling sering ditanyakan adalah penyakit yang menyebabkan seseorang dirawat di rumah sakit, namun ternyata tidak hanya itu, penyakit yang sering sekali dianggap ringan juga ikut ditanyakan. Apa itu? Yap Maag. Bukan hal yang tabu bukan?

Berdasarkan penelitian pada populasi umum didapatkan bahwa 15-30% orang dewasa pernah mengalami maag  dalam beberapa hari. Maka tidak jarang jika dalam masyarakat, maag sering sekali ditemukan. Jika kita berada dalam satu kelas maka paling sedikit ada satu orang yang mengalaminya.  Dispepsia (dalam istilah kedokteran) yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan maag.

Istilah dispepsia mulai gencar dikemukakan sejak akhir tahun 80-an, yang menggambarkan keluhan atau kumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium (ulu hati), mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa, dan rasa panas yang menjalar di dada. Sindroma atau keluhan ini dapat disebabkan atau didasari oleh berbagai penyakit, termasuk penyakit pada lambung.

Jika mengalami keluhan seperti di atas ataupun mempunyai keluhan lain yang lebih khas, maka sebaiknya berkonsultasilah ke dokter. Karena maag bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang mendasarinya. Ingat untuk tetap memantau kesehatan kita.

Dari penjelasan singkat di atas, maka tidak heran jika dalam interview kerja sebuah perusahaan mempertanyakan riwayat maag kita, terkadang pendangan kita berbeda dengan pandangan orang lain, seseorang mungkin memandang sebelah mata gejala maag dengan menganggapnya sebagai suatu penyakit yang ringan, namun bisa jadi malah menjadi suatu penyakit yang serius jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Selanjutnya kita bahas lebih lanjut, Beberapa penyebab terjadinya maag seperti adanya peningkatan asam lambung, infeksi bakteri HP (Helicobacter pylori),  adanya ganguan pergerakan saluran cerna (dismotilitas gastrointestinal), gangguan fungsi autonomi tubuh, adanya gangguan aktifitas lambung, pengaruh hormon, diet dan faktor lingkungan, obat obatan tertentu serta psikologis (stress akut).

Melihat masalah psikologis dapat menyebabkan maag juga dapat menjelaskan mengapa interviewer menanyakannya. Seseorang yang pernah mengalami maag mungkin saja pernah/sedang mengalami stress akut atau kelelahan, yang pastinya akan berpengaruh pada kinerja pekerjaan di masa depan.

Wah cukup serius juga sindrom maag ini. Untuk mengobatinya, ya tetap menggunakan resep dokter. Karena obat maag hanya meredakan nyerinya untuk sementara waktu. Tapi tenang saja, untuk mencegahnya, bisa dilakukan beberapa gaya hidup sehat, seperti di bawah ini:
  • Makan sesuai porsinya;
  • Hindari makan larut malam, makanan pedas, kecut, dan makanan berlemak yang dapat memicu mulas;
  • Hindari makanan yang merangsang gas di sel cerna seperti nangka, kol, durian, dan yang lainnya;
  • Kurangi asupan kopi, minuman ringan dan alkohol;
  • Hentikan merokok (jika perokok aktif);
  • Hindari stress, senantiasa memberi kesempatan pada tubuh kita untuk berlibur dan beristirahat;
  • Berolahraga untuk menjaga badan tetap sehat;
  • Ingat untuk tetap memantau kesehatan dengan berkonsultasi.
Menderita maag tidak pasti membuat kita gagal diterima kerja, namun bisa saja perusahaan menjadikan hal tersebut sebagai alarm pengingat ketika mempekerjakan kita. So, tak perlu berkecil hati. Stay positif, readers! Tidak perlu membohongi suatu kenyataan yaa! Lebih baik mengatakan sebuah kejujuran untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kedepannya, karena kejujuran tetap nomor satu!

Sebagai kesimpulan, tulisan ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai tambahan pengetahuan dan pengingat untuk kita semua. Jangan menyimpan keluhan untuk diri sendiri (jika disimpan mungkin akan bertambah parah), berkonsultasi dengan orang yang lebih tahu akan sangat membantu untuk langkah berikutnya. Salah satunya adalah maag ini, karena sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari termasuk kehidupan dalam pekerjaan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Pesan saya: “Jaga kesehatan dan semangat interview!”
 
Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin teman-teman tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, selamat berkunjung kembali.

Sumber :
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
https://hellosehat.com/

Wednesday, February 13, 2019

Mathematics in Your Area [Daily Life]: Aljabar Elementer - Fungsi Rasional



Selamat datang teman-teman, terima kasih telah berkunjung di blog saya. Dalam posting kali ini saya akan membagikan salah satu tugas kuliah saya, yaitu mengenai Aljabar Elementer: Fungsi Rasional.

Apa itu Fungsi Rasional?? 

Jika dilihat, dibaca, dan didengar dari kalimatnya, maka yang terlintas pertama kali adalah Matematika. Yup, Matematika sangat akrab dengan kalimat Fungsi Rasional.

Dalam Matematika, pengertian fungsi rasional adalah fungsi yang memetakan suatu bilangan real x ke bilangan rasional \frac{g(x)}{h(x)}, dimana g(x) dan h(x) adalah polinom-polinom dan h(x) tidak sama dengan nol.

Ketika mahasiswa/i Matematika diberikan pertanyaan mengenai pengertian dan kesan awal mendengar kalimat Fungsi Rasional, ya paling tidak jawabannya mirip-mirip dengan yang di atas, dengan tambahan menggambar grafik, mencari asimtot datar, tegak, dan miring.

Istilah-istilah memetakan, bilangan real, bilangan rasional, polinom, asimtot dan sebagainya hanya diketahui oleh sebagian orang. Hanya untuk orang-orang tertentu. Tidak bisa dipungkiri terkadang kita menjawab sesuatu dari sudut pandang kita sendiri, tanpa mempertimbangkan keadaan orang lain.

Tapi, coba deh kita sekali-kali melihat dari sisi yang lain,

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),

Arti kata Fungsi adalah
fungsi/fung·si/ n 1 jabatan (pekerjaan) yang dilakukan: jika ketua tidak ada, wakil ketua melakukan -- ketua; 2 faal (kerja suatu bagian tubuh): -- jantung ialah memompa dan mengalirkan darah; 3 Mat besaran yang berhubungan, jika besaran yang satu berubah, besaran yang lain juga berubah; 4 kegunaan suatu hal; 5 Ling peran sebuah unsur bahasa dalam satuan sintaksis yang lebih luas (seperti nomina berfungsi sebagai subjek);-- ekspresif Ling penggunaan bahasa untuk menampakkan hal ihwal yang bersangkutan dengan pribadi pembicara;
-- fatis Ling penggunaan bahasa untuk mengadakan atau memelihara kontak antara pembicara dan pendengar;
-- kognitif Ling penggunaan bahasa untuk penalaran akal;
-- komunikatif Ling penggunaan bahasa untuk penyampaian informasi antara pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca);
-- sosial Antr kegunaan suatu hal bagi hidup suatu masyarakat;

Arti kata Rasional adalah
rasional1/ra·si·o·nal/ a 1 menurut pikiran dan pertimbangan yang logis; menurut pikiran yang sehat; cocok dengan akal;

Salah satu narasumber (*ciee) berkomentar mengenai arti Fungsi Rasional dalam bidang Fisioterapi:
Menurutnya, Fungsi rasional itu adalah pekerjaan/sesuatu yang dilakukan masuk akal. Dalam artian, apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan akal sehat atau sesuai dengan standarnya.
Contoh kasus:
Seseorang mengalami fraktur (patah) pada bagian kakinya,
Setelah 2 hari operasi, secara logika ataupun teori orang tersebut belum bisa berdiri, bagian kaki yang patah pun belum bisa digerakkan, hanya bagian yang sehat yang bisa digerakkan untuk menjaga agar yang sehat tidak ikut bermasalah. Tapi kalau ada orang yang berpikir orang tersebut sudah bisa berdiri nah itu salah, tidak masuk akal karena tidak sesuai standar.😳😳

Mari kita hubungkan fungsi rasional secara umum dan dalam Matematika, kuncinya ada pada kata "rasio".

Jika ditinjau secara etimologi, istilah rasional berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu rasio yang artinya kemampuan kognitif untuk memilah antara yang benar dan salah dari yang ada dalam kenyataan. Suatu konsep yang sifatnya normatif yang merujuk pada keselarasan antara keyakinan seseorang dengan alasan orang tersebut untuk yakin, atau tindakan seseorang dengan alasannya untuk melakukan tindakan tersebut. Sedangkan dalam Matematika, rasio adalah ekspresi matematika yang membandingkan dua angka atau lebih. Membandingkan suatu hal dengan hal yang lainnya.

Jika dikaitkan dengan pengertian fungsi rasional, maka kita misalkan g(x) adalah sebuah keyakinan / sebuah hal yang sudah ada dalam teori, kemudian h(x) adalah alasan untuk yakin / sebuah hal yang ada dalam kenyataan, sementara bilangan real x adalah diri kita / seseorang. Sehingga yang terjadi adalah kita menghubungkan diri kita pada sebuah hal yang ada dalam teori dengan yang ada dalam kenyataan atau kita menghubungkan diri kita untuk yakin pada suatu hal dengan alasan-alasannya, serta h(x) tidak sama dengan nol, artinya alasan / yang ada dalam kenyataan harus ada. Hal ini merupakan sebuah nilai "rasio".

Untuk memilah antara yang benar dan salah dari yang ada dalam kenyataan atau untuk mencari keselarasan antara keyakinan dan sebuah alasan, maka sama artinya jika yang kita lakukan adalah membandingkan. Membandingkan sesuatu agar bernilai benar atau salah. Jadi, bisalah kita simpulkan, bahwa istilah fungsi rasional juga bisa berlaku di luar Matematika, hanya saja agak canggung mengatakan sebagai fungsi rasional, namun keadaannya memiliki makna yang sama.

But, thit is just my opinion that I want to share . 😁😁  

Jika ada pendapat lain, silakan berkomentar! Kalian juga bisa mencari penerapan fungsi rasional yang lain. Semangat belajar.

Nah, untuk kalian yang mau tahu tentang Fungsi Rasional dalam Matematika, sesuai janji di atas, saya akan membagikan tugas kuliah saya yang berbentuk sebuah makalah, yang berisi: 
  • Pengertian Suku Banyak, 
  • Definisi Fungsi Rasional, 
  • Cara mengevaluasi Fungsi Rasional, 
  • Operasi Pada Fungsi Rasional, 
  • Nilai Nol dan Nilai Kutub Fungsi Rasional, 
  • Asimtot Tegak, Datar, dan Miring Fungsi Rasional, serta 
  • Grafik Fungsi Rasional. 
Silakan klik di sini untuk mendownload.
Semoga ini bisa membantu teman-teman semua yang membutuhkan.



Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin teman-teman tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, selamat berkunjung kembali.

Monday, February 11, 2019

Misteri dibalik Senyum dan Tatapanmu (Cerpen)


"Misteri dibalik Senyum dan Tatapanmu"
Hidup ini indah, bahkan sangat indah jika kita bisa bahagia dan ikhlas menjalaninya. Tidak seperti aku, yang ke sekolah saja selalu terlambat, padahal aku telah bangun sebelum ayam berkokok. Mungkin faktor M (MALAS) yang membuat hidupku terasa biasa.

Pukul 7 tepat, aku baru berangkat ke sekolah, padahal aku sudah tahu kalau pagar sekolah akan tertutup rapat tepat 10 menit dari sekarang. Mau bagaimana lagi? Inilah kebiasaanku setiap hari. Berlari ke sekolah yang berjarak  300 meter dari rumah sudah menjadi sarapan pagiku.

Hari ini, hari Selasa pelajaran pertama adalah Olahraga.

Hmm.. Lumayanlah, pemanasan sebelum dimulai.


5 langkah lagi, aku sudah akan berada di dalam sekolah, tapi pintu pagar telah setengah tertutup dan terlihat Bapak Vincent -penjaga pagar sekolah- telah bersiap-siap menari di atas penderitaanku.

Baiklah, dengan kekuatan yang tersisa. Hap! Hap! Hap! Hap! Haaaappppp! Akhirnya berhasil. Yeayyyy! Aku bersorak dalam hati.

“Telat lagi, kapan berubahnya atuh, Neng?” tanya Pak Vincent. Orang Bandung yang bekerja di kota ini dan orang yang paling pertama akan mengomentari setiap keterlambatanku.

“Hmm.. Nanti saja ya, Pak. Saya masih enjoy seperti ini kok,” jawabku.

“Telat kok jadi hobby sih? Kalau hobby mah yang kerenan dikit atuh, Neng!” nasihat Pak Vincent.

“Setiap orang itu berbeda, Pak. Kalau semuanya sama, bisa heboh dunia ini. Memangnya Bapak mau kalau semua orang seperti Bapak? Istri Bapak nanti akan bingung, melihat Bapak ada dimana-mana. Hehe..” kataku.

“Dasar kamu!” kata Pak Vincent yang terlihat marah.

“Maapiiiiin ya Pak!” teriakku sambil berlari lagi.

Berlama-lama bercakap dengan Bapak Vincent akan membuatku lebih terlambat lagi masuk ke kelas. Sampai di kelas, aku disambut Eva, sahabatku.

“Waduh, Ratu terlambat baru datang ya?” tanyanya setengah meledek.

“Hmm.. Sudahlah, jangan seperti itu, bisa kan?”

“Iya.. Iya.. Maaf ya!” katanya meminta maaf.

“Va, Bagaimana hubungan kamu dengan Chicco? Ada perkembangan?” tanyaku mengalihkan topik pembicaraan. Chicco adalah teman kecilku yang disukai Eva

“Jalan di tempat, tapi aku tenang-tenang saja. Karena, sekarang aku akan fokus untuk belajar. Pacaran? Urusan nanti.”

“Wah. Baru kali ini, aku mendengar kata-katamu itu!” kataku.

“Tapi, kalau hanya sekedar kagum saja, kan tidak masalah juga. Hehe..”

“Dasar kamu!” sambil menjitak kepalanya.

“Winda, kita itu tidak akan mengetahui kapan dan pada siapa kita akan jatuh cinta.”

Beginilah Eva, santai menjalani hidup. Berbeda denganku, selalu terburu-buru.

Priiiiiiiiiit! Peluit Pak Ello terdengar, tanda bahwa kami harus segera berkumpul di lapangan. Aku langsung berlari menarik tangan Eva yang sedang merapikan jilbabnya, seketika itu juga 1001 kata mutiara keluar dari mulut Eva.

Sampai di lapangan, aku mencari barisan sambil tertawa terbahak-bahak mendengar ceramah Eva, tapi itu tidak berlangsung lama, karena aku terkesima melihat seorang lelaki yang masih mengenakan tas dipunggungnya berlari dengan cepat. Aku menyimpulkan, orang itu pasti lebih terlambat dari aku. Tapi, aku baru melihatnya dan perasaan, pagar telah ditutup setelah aku masuk.

Penasaran juga aku dengan orang itu.

Selesai berolahraga, aku mengajak Eva ke kantin. Hm.. baru kali ini, aku yang mengajaknya. Biasanya Eva yang mengajak sekaligus membayarkan belanjaanku. Haha. Begitu keterlaluannya aku dengan sahabatku sendiri.

Di kantin, aku melihat Chicco duduk dan terlihat asyik bercakap dengan temannya, dan Astagfirullah, ternyata teman Chicco adalah seseorang yang terlambat tadi. Jadi, dia akrab dengan Chicco.

“Windaaaaaaaaaaaaaaa,” teriak Eva, tepat di telingaku.

“Eva, kalau kamu berteriak jangan ditelingaku dong!”

“Lalu, dimana lagi?”

“Cukup di dalam hati saja.”

“Bagaimana kamu bisa mendengarnya?”

“Ya, di kirim lewat telepati saja, supaya kamu hemat suara juga.”

“Winda Natasya Nugraha setresssssssss,” teriak Eva (lagi)

“Eva, memangnya kamu tidak malu berteriak di sini? Ada Chicco tuh,” bisikku.

Tanpa pikir panjang lagi, Eva diam seribu bahasa. Dia tidak berani berbicara lagi, mukanya juga terlihat merah merona. Haha. Lucu juga melihatnya seperti itu.


@@@


Di rumah, aku penasaran dengan orang yang kulihat tadi. Aku bingung. Mengapa aku memikirkannya? Padahal aku baru melihatnya tadi pagi, hanya sebatas LIHAT juga. Tidak berbicara dan selebihnya.

Mungkin aku merasa aneh, melihat seseorang yang ternyata lebih terlambat dibanding aku.

Aku teringat Chicco. Dia pasti tahu tentang orang itu. Beginilah aku, sekali penasaran aku tak akan berhenti sampai semuanya jelas.

Setelah mencari informasi dari Chicco dan jejaring sosial yang diberitahu Chicco. Aku sekarang tahu, ternyata dia bernama Arez Aditya. Hanya butuh beberapa menit untuk menjadi akrab dengannya karena ternyata dia tahu nama dan mengenalku.

Ternyata aku cukup terkenal juga di kelasnya.

Setelah lama menganalisis, aku menyimpulkan bahwa dia orangnya pintar, baik, ramah dan humoris. Setiap berkomunikasi dengannya, aku selalu tertawa dengan candaan yang ditulisnya.

“Winda, kamu lagi apa sayang? kok tertawa terus?” tanya Bunda yang melihatku tertawa membaca balasan dari Adit. Aku memanggilnya dengan nama belakangnya, supaya lebih akrab katanya.

“Aku tidak apa-apa Bunda.”

“Bunda lihat, kamu sedang kagum dengan seseorang, benar tidak?” tebak Bunda.

“Tidak kok, Bun,” kataku mengelak.

“Kamu tidak perlu bohong sama Bunda. Bunda tidak akan melarang kamu, tapi kamu harus hati-hati. Jangan seperti teman-temanmu yang lain. Bunda tidak suka itu,” tegas Bunda.

“Tidaklah, Bun. Aku juga berteman sesuai dengan kriteria Bunda kok. Percaya deh sama Winda, anak Bunda yang paling imut ini. Hehe..,” kataku penuh manja.

Senyum mengembang dari wajah Bundaku yang tersayang. Air mataku hampir jatuh, terharu, karena aku melihat Bunda yang begitu sayang denganku.

Maafkan semua salahku Bunda, Aku sangat sayang Bunda.

“Hm.. Tapi, kamu harus janji sama Bunda. Jangan terlambat ke sekolah!”

“Memangnya ada apa Bun?” tanyaku.

“Bunda khawatir melihat kamu yang setiap hari berlari ke sekolah. Bunda takut kamu sakit.”

“Oke deh Bunda, Winda janji deh. Winda tidak akan terlambat lagi supaya Bunda tidak khawatir sama aku.”


@@@


Hari Rabu menjadi hariku yang baru, karena nasihat Bunda semalam yang membuatku sadar bahwa aku harus menghargai waktu dan membuang rasa MALAS-ku untuk selamanya. Pukul 06.30, aku sudah berada di sekolah. Aku datang sebelum Pak Vincent menjaga pintu gerbang. Aku berjalan santai menuju kelas tapi, terhenti karena aku melihat seseorang yang baru aku kenal.

“Hai Winda, wah, kabar baik nih. Kamu datang lebih cepat dari biasanya,” kata Adit.

“Lho, aku kira kamu sering terlambat. Ternyata kamu bisa datang cepat juga ya?”

“Hmm.. Mengejek nih? Haha..”

“Bercanda kok, Dit. Eh, kamu ada urusan apa di sini? Bukannya kelasmu jauh di ujung sana?”

“Aku lagi mencari seseorang, tapi sudah terlihat kok.”

“Siapa sih?” tanyaku penasaran.

“Anak kecil, belum waktunya tahu.”

“Hm.. Dasar orang tua, rahasia terus!” aku kesal, tapi pura-pura. Lagi pula untuk apa aku kesal cuma karena Adit merahasiakan sesuatu denganku.

“Ih, Winda, jangan marah dong! Nanti aku ceritakan deh. Jangan marah ya! Please!” kata Adit membujukku.

Hm.. Untuk apa Adit membujukku seperti itu, seakan dia tidak mau jika aku marah padanya. Aneh.

“Iya.. Iya.. tak perlu segitunya lagi, Dit.”

“Ya sudah, aku duluan ya, Win.”

“Iya. Bye.

Aku melanjutkan perjalananku ke kelas, sambil memikirkan perlakuan Adit padaku. Tapi, aku tidak mau terlalu berbesar hati.

“Kalau kamu sedang jatuh cinta, jadilah dirimu sendiri, seseorang yang sesuai dengan hatimu. Jangan menjadi seseorang yang ingin dilihat oleh dia yang kamu cintai.”

Aku kaget dan berbalik, ternyata Eva yang mengatakannya. Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Aku bersyukur mempunyai sahabat sepertinya yang bisa mengerti aku.

“Cinta itu seperti angin, Va. Kita hanya bisa merasakannya tidak dapat digenggam.”

“Kamu pasti sedang jatuh cinta ya?” tanya Eva.

“Mungkin,” kataku. Hanya itu yang dapat aku katakan, karena aku sebenarnya masih tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.


@@@


 Setelah beberapa bulan lebih aku mengenal Adit, aku makin bingung dengan perasaanku juga perasaannya padaku. Dia begitu peduli, sangat peduli bahkan.

Saat aku bingung dengan tugas-tugasku, dengan baiknya dia mengerjakan dan menjelaskannya, jika aku tidak mengerti. Dia juga selalu mengajarkanku sulap-sulapnya, walau teman-teman yang lainnya juga menginginkan rahasianya, tapi aku mendapatkannya dengan gratis dan cepat.

Hmm.. Apa artinya itu? Perhatian dan pengertiannya kepadaku?
“Yakinlah, orang yang peduli padamu adalah orang yang sangat menyayangimu,” kata Eva yang telah akrab dengan Adit, setelah kuperkenalkan.

Tapi, aku belum yakin dengannya. Aku masih merasakan bahwa dia hanya menganggapku sebagai sahabat saja. Walau dalam hatiku, aku berharap dia mempunyai perasaan yang sama padaku, yaitu cinta. Dibalik senyum dan tatapannya yang selalu ditujukan kepadaku saat kami berpapasan, aku berharap dia merasakan hal yang sama denganku. Walau mungkin itu sesuatu yang mustahil. Tapi sekali lagi, senyum dan tatapannya seakan membenarkan harapanku. Dia selalu mencariku, menanyakanku kepada Eva setiap mereka berpapasan.

“Dalam cinta, jika kamu terus mencarinya, dia akan menghindarimu, tapi jika kamu jadi orang yang pantas untuk dicinta, maka dia akan mengelilingimu.”

Dengan kata itu, aku mencoba untuk membiarkan cinta itu mengalir begitu saja, tanpa mengganggunya. Aku hanya butuh menunggu dan bijaksana. Berhenti mengharapkannya. Karena jika aku adalah orang yang pantas, aku tahu cinta itu akan datang dengan sendirinya.

Berharap dibalik senyum dan tatapannya. Harapan itu akan menjadi misteri, hanya Adit sendiri yang tahu. Aku tidak akan memaksanya untuk memberitahu aku, apa misteri itu?

“Ikhlaslah dalam berbuat sesuatu karena keikhlasan akan berbuah manis dalam kehidupan,” pesan Bunda. Saat ini, aku ikhlas menyimpan harapan dan misteri Adit di dalam hati sambil menunggu matahari berpancar indah di kerajaan hatiku untuk selamanya, sehingga membuat hidupku indah dan berarti.
The End

Catatan:
Cerpen di atas merupakan tulisan sewaktu SMA saya yang pernah saya upload dengan nama pengarang "Fhydhyrah", lolos moderasi pada tanggal 10 April 2014 dan dipublikasikan di sini. Mohon untuk menghargai hasil karya seseorang. Terima kasih 🙏