Latest Post

Blogger

Photoshop

Education

Sunday, March 17, 2019

Dariku, Si Penjaga Sudut


Melihat Sisi Lain dari Sebuah Warung Makan

Warung makan, selain merupakan tempat untuk mengisi perut, juga dapat dijadikan sebagai tempat dengan fungsi yang berbeda. Orang-orang yang datang ke tempat makan mempunyai berbagai alasan, mulai dari yang paling umum sampai yang khusus. Jika ingin melihat berbagai macam tipe orang lain, kalian bisa menemukannya di sini. 

Duduk menikmati makanan sembari melihat orang-orang yang sedang dalam kesibukannya masing-masing merupakan hal yang sering kulakukan. Hanya sebagian orang yang tujuan utamanya adalah datang untuk memuaskan rasa laparnya, sisanya mereka memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam warung makan ini. Ya, fasilitas yang baik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Mulai dari menjadi tempat pertemuan kantoran, makan dan bermain bersama keluarga, reuni dan ajang curhat dengan teman-temannya, mengerjakan tugas, memanfaatkan internet, dan ada juga yang menikmati kesendiriannya.

Aku menikmati kesendirianku di sudut ruangan, mendengarkan lagu dengan headset, menjelajah internet, dan sesekali mengetik sesuatu yang mungkin akan menjadi sebuah tulisan, seperti tulisan ini. Aku menulisnya tidak sengaja dengan memandang mereka yang menjadi objek tulisanku, entah kapan aku tertarik memperhatikan orang-orang dalam meja yang berbeda.

Bermacam-macam orang yang kutemukan, dengan ekspresi yang berbeda. Aku memperhatikan mereka sembari mencoba menebak jalan pikiran mereka dan mempelajari makna dari ekspresi seseorang. Yah, aku memang kurang kerjaan, namun kuakui, dengan duduk diam sambil memperhatikan mereka membuatku merasa bersyukur dengan semuanya.

Terkandang aku ikut tertawa ketika mendengar celetukan unik dari meja di sebelahku, terkadang aku ikut serius melihat orang lain menjelaskan sesuatu dengan suara yang besar, terkadang aku mencuri dengar curhatan mereka. Semua tingkah laku mereka sangat menarik mata sipit dan telinga ultrasonikku bekerja.

Dari berbagai usia dan pekerjaan, ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan sebagainya. Semua berkumpul tanpa mengganggu sama sekali, sebuah toleransi yang sangat baik. Ruangan yang kecil, bahkan jarak yang dekat setiap meja tidak membuat mereka terganggu dengan kegiatannya masing-masing. Mendengar segala percakapan mereka sangat mungkin, namun yang lain tidak terlalu mempermasalahkannya, namun ketika ada suara aneh yang terdengar, seperti tangisan bayi atau nampan yang jatuh, ada banyak reaksi. Entah ini baik atau tidak, namun dengan melihat mereka, aku banyak mengerti tentang kehidupan orang lain.

Orang lain juga punya masalahnya masing-masing. Mungkin hari ini, ada yang datang dengan kabar baik meluangkan waktu bersama keluarganya, ada yang datang dengan ekspresi murung lalu bercerita dengan temannya yang sudah menunggu, ada yang dengan muka lelahnya sedang mengerjakan tugas bersama teman sekelasnya, ada pula yang datang sendiri, makan sendiri, seolah ingin bersembunyi dari hal yang sedang dihadapinya. Seperti sebuah roda kehidupan, berputar, mengubah posisi seseorang.

Warung makan ini seperti sebuah dunia kecil, akan ada saatnya yang murung akan terlihat bahagia, yang bahagia mungkin akan ada saatnya datang dengan sebuah masalah untuk diselesaikan bersama. Setidaknya ini menyadarkanku bahwa seseorang punya waktunya sendiri. Akan ada saatnya aku seperti mereka yang bahagia, akan ada saatnya aku yang duduk di sudut ruangan berada di meja tengah bersama teman-temanku, Yup! Akan ada saatnya. 

Bersikap bodoh, menyerah dan mengeluh bukan suatu kesimpulan yang baik, melainkan berbagi dan merenung adalah sikap yang ditunjukkan beberapa orang di sini. Ya, itu sebuah pilihan yang baik, untukku yang harus siap dalam segalanya, karena hidupku masih berharga dan aku masih punya kesempatan, selama aku masih bernapas.

Ketika kalian sedang berada pada masa seolah “dibuang” dari dunia ini, cobalah ke sebuah warung makan, duduk di sudut ruangan, memperhatikan orang-orang di sekitar. Maka kau akan belajar sesuatu dari mereka. Bagaimana mereka menghabiskan waktu dan bersikap mengenai apa yang telah mereka alami selama ini. Maka kau akan melihat bahwa dirimu masih berada dalam dunia ini, hanya saja ini belum waktumu untuk bersinar. Dia akan datang pada saat yang tepat ketika kau sudah siap untuk semuanya.

Bersyukur, Berusaha, dan Berdoa.

Dariku yang ada di sudut ruangan.


Monday, February 25, 2019

Riwayat Penyakit Maag dipertanyakan Saat Wawancara Kerja. Jawab Jujur, gak?



Selamat datang teman-teman, terima kasih telah berkunjung di blog saya. Dalam posting kali ini saya akan memberikan informasi tentang penyakit maag yang ditanyakan saat wawancara kerja.


Maag dan Wawancara Kerja

Sering sekali kita menemukan kuesioner yang menanyakan tentang riwayat penyakit ketika sedang mengisi biodata ataupun wawancara kerja. Penyakit yang paling sering ditanyakan adalah penyakit yang menyebabkan seseorang dirawat di rumah sakit, namun ternyata tidak hanya itu, penyakit yang sering sekali dianggap ringan juga ikut ditanyakan. Apa itu? Yap Maag. Bukan hal yang tabu bukan?
Berdasarkan penelitian pada populasi umum didapatkan bahwa 15-30% orang dewasa pernah mengalami maag  dalam beberapa hari. Maka tidak jarang jika dalam masyarakat, maag sering sekali ditemukan. Jika kita berada dalam satu kelas maka paling sedikit ada satu orang yang mengalaminya.  Dispepsia (dalam istilah kedokteran) yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan maag.

Istilah dispepsia mulai gencar dikemukakan sejak akhir tahun 80-an, yang menggambarkan keluhan atau kumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium (ulu hati), mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa, dan rasa panas yang menjalar di dada. Sindroma atau keluhan ini dapat disebabkan atau didasari oleh berbagai penyakit, termasuk penyakit pada lambung.

Jika mengalami keluhan seperti di atas ataupun mempunyai keluhan lain yang lebih khas, maka sebaiknya berkonsultasilah ke dokter. Karena maag bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang mendasarinya. Ingat untuk tetap memantau kesehatan kita.

Dari penjelasan singkat di atas, maka tidak heran jika dalam interview kerja sebuah perusahaan mempertanyakan riwayat maag kita, terkadang pendangan kita berbeda dengan pandangan orang lain, seseorang mungkin memandang sebelah mata gejala maag dengan menganggapnya sebagai suatu penyakit yang ringan, namun bisa jadi malah menjadi suatu penyakit yang serius jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Selanjutnya kita bahas lebih lanjut, Beberapa penyebab terjadinya maag seperti adanya peningkatan asam lambung, infeksi bakteri HP (Helicobacter pylori),  adanya ganguan pergerakan saluran cerna (dismotilitas gastrointestinal), gangguan fungsi autonomi tubuh, adanya gangguan aktifitas lambung, pengaruh hormon, diet dan faktor lingkungan, obat obatan tertentu serta psikologis (stress akut).

Melihat masalah psikologis dapat menyebabkan maag juga dapat menjelaskan mengapa interviewer menanyakannya. Seseorang yang pernah mengalami maag mungkin saja pernah/sedang mengalami stress akut atau kelelahan, yang pastinya akan berpengaruh pada kinerja pekerjaan di masa depan.

Wah cukup serius juga sindrom maag ini. Untuk mengobatinya, ya tetap menggunakan resep dokter. Karena obat maag hanya meredakan nyerinya untuk sementara waktu. Tapi tenang saja, untuk mencegahnya, bisa dilakukan beberapa gaya hidup sehat, seperti di bawah ini:

  1. Makan sesuai porsinya;
  2. Hindari makan larut malam, makanan pedas, kecut, dan makanan berlemak yang dapat memicu mulas;
  3. Hindari makanan yang merangsang gas di sel cerna seperti nangka, kol, durian, dan yang lainnya;
  4. Kurangi asupan kopi, minuman ringan dan alkohol;
  5. Hentikan merokok (jika perokok aktif);
  6. Hindari stress, senantiasa memberi kesempatan pada tubuh kita untuk berlibur dan beristirahat;
  7. Berolahraga untuk menjaga badan tetap sehat;
  8. Ingat untuk tetap memantau kesehatan dengan berkonsultasi.

Menderita maag tidak pasti membuat kita gagal diterima kerja, namun bisa saja perusahaan menjadikan hal tersebut sebagai alarm pengingat ketika mempekerjakan kita. So, tak perlu berkecil hati. Stay positif, readers! Tidak perlu membohongi suatu kenyataan yaa! Lebih baik mengatakan sebuah kejujuran untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kedepannya, karena kejujuran tetap nomor satu!

Sebagai kesimpulan, tulisan ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai tambahan pengetahuan dan pengingat untuk kita semua. Jangan menyimpan keluhan untuk diri sendiri (jika disimpan mungkin akan bertambah parah), berkonsultasi dengan orang yang lebih tahu akan sangat membantu untuk langkah berikutnya. Salah satunya adalah maag ini, karena sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari termasuk kehidupan dalam pekerjaan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Pesan saya: “Jaga kesehatan dan semangat interview!”


Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin teman-teman tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, selamat berkunjung kembali.

Sumber :
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
https://hellosehat.com/