Saturday, May 20, 2017

Penggunaan Kata 'di' yang Tepat

Penggunaan Kata "DI" yang Tepat

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Belakangan ini kegiatan sebagai "penulis" mulai banyak digeluti berbagai kalangan, mulai dari yang masih belia hingga sudah sudah legend.

Aku menyukai jadi seorang penulis, kesibukan yang paling sedikit biayanya, bahakan bisa cuma gratis. Cuma butuh pena dan secarik kertas, itu sudah cukup. Setiap orang bisa menulis, tapi tidak semuanya bermakna. Itu yang terpenting bagi seorang penulis, bagaimana sebuah tulisan dikatakan "layak" untuk dibaca.

Menjadi seorang penulis memang tidak perlu biaya mahal, tetapi tidak semudah itu untuk bisa menulis. Ini tidak seperti menulis tugas yang alur dan arahnya jelas. Sudah pasti apa yang mau ditulis. Tetapi menulis selain itu bisa jadi lebih memeras pikiran daripada menulis tugas.

Menurutku seorang penulis yang baik harusnya tahu dan paham tentang aturan-aturan dasar dalam penulisan. Seorang penulis yang tidak tahu aturan penulisan akan sama seperti seorang pembalap yang tidak tahu aturan lalu lintas. Atau apalah seperti-seperti yang lainnya.

Aku menyukai jadi seorang penulis, dan untuk penulis-penulis lain di luar sana, aku ingin memberi kalian hadiah. Bagi seorang penulis, ilmu merupakan sebuah hadiah, tidak semua orang bisa memberinya dan tidak setiap saat bisa diperoleh.

Aturan penggunaan kata "DI" yang tepat

Ketika menggunakan kata "di" banyak orang yang keliru apakah disambung atau dipisah. Misalnya dibalik atau di balik? Kedua kata tersebut sebenarnya betul tergantung posisinya dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia, kata "di" merupakan preposisi (kata depan) dan juga merupakan prefiks (imbuhan yang diletakkan di awal/depan sebuah kata dasar).

"Di" hanya dapat diikuti oleh kata benda atau menunjukkan tempat. Pada dasarnya hanya ada dua kemungkinan posisi kata "di", yaitu terpisah dari kata di belakangnya atau tersambung dengan kata di belakangnya, yang perlu dipahami hanyalah kapan "di" tersambung dan kapan ia terpisah.

Kata "di" yang terpisah

"Di" terpisah dari kata yang mengikutinya apabila diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat. Berikut ini contoh penulisan kata "di" yang terpisah dari kata yang mengikutinya:
  • Di mana bukan dimana
  • Di bawah bukan dibawah
  • Di atas bukan diatas
  • Di samping bukan disamping
  • Di situ bukan disitu
  • Di sana bukan disana
  • Di mana-mana bukan dimana-mana
  • Di kampus bukan dikampus
  • Di rumah bukan dirumah
  • Di sisi bukan disisi
  • Di tas bukan ditas
  • Di jalan bukan dijalan
  • Di Pinrang bukan dipinrang (apalagi diPinrang)
  • Di Makassar bukan dimakassar (apalagi diMakassar)
  • Di hatiku ada kamu bukan dihatiku ada kamu
  • Di relung kalbu bukan direlung kalbu
  • Di persimpangan jalan bukan dipersimpangan jalan

Kata "di" yang tersambung

"Di" akan tersambung dengan kata yang mengikutinya apabila diikuti oleh kata kerja. Berikut ini contoh penulisan kata "di" yang tersambung dengan kata yang mengikutinya:
  • Ditulis bukan di tulis
  • Dikasih bukan di kasih
  • Dijawab bukan di jawab
  • Disambung bukan di sambung
  • Dipisah bukan di pisah
  • Dipakai bukan di pakai
  • Dibeli bukan di beli
  • Dipukul bukan di pukul
  • Ditempati bukan di tempati
  • Dikerjai bukan di kerjai
  • Dihantui bukan di hantui
  • Dicintai bukan di cintai
  • Dikemanakan bukan di kemanakan
  • Disampingkan bukan di sampingkan
  • Dikesampingkan bukan di kesampingkan
  • Dipertanyakan bukan di pertanyakan
  • Dipertanggungjawabkan bukan di pertanggungjawabkan (apalagi di pertanggung jawabkan)

Tips memahami penggunaan kata "di"

Untuk lebih mudah memahami bagaimana penggunaan kata "di" yang tepat cukup perhatikan bahwa bila "di" ditambah kata kerja, maka penulisannya disambung, selain daripada itu, maka penulisannya dipisah.

Untuk membedakan mana kata kerja dan mana kata yang menunjukkan tempat sebenarnya cukup mudah, cukup ganti kata "di" dengan "me", jika cocok digunakan, maka kata tersebut adalah kata kerja. Contohnya:
  • Ditulis - bisa diubah menjadi - menulis
  • Dikasih - bisa diubah menjadi - mengasih
  • Dijawab - bisa diubah menjadi - menjawab
  • Disambung - bisa diubah menjadi - menyambung
  • Dipisah - bisa diubah menjadi - memisah

Sedangkan kata yang menunjukkan tempat TIDAK dapat diberi imbuhan "me", contohnya:
  • Di mana - tidak bisa diubah menjadi - memana
  • Di bawah - tidak bisa diubah menjadi - membawah
  • Di situ - tidak bisa diubah menjadi - menyitu
  • Di sana - tidak bisa diubah menjadi - menyana
  • Dirumah - tidak bisa diubah menjadi - merumah

Penggunaan kata "di" yang diikuti oleh kata dalam bahasa asing (selain bahasa Indonesia) biasa digunakan simbol "-" untuk menghubungkannya. Misal, di-download, di-subscribe, di-mention, dan sebagainya.

Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin sobat tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada di bawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Disqus Comment
Parse Tool