Sunday, March 5, 2017

Completely Randomized Design: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Completely Randomized Design: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Dalam posting kali ini saya akan membahas sedikit tentang rancangan percobaan. Dalam merancang suatu percobaan dikenal satu rancangan yang sederhana disebut complete randomized design atau biasa disebut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Lebih lengkap silakan simak berikut ini.


Pengertian Rancangan Percobaan

Rancangan percobaan adalah tata cara penerapan tindakan-tindakan dalam suatu percobaan pada kondisi atau lingkungan tertentu yang kemudian menjadi dasar penataan dan metode analisis statistik terhadap data hasilnya.

Tujuan rancangan percobaan adalah :
  1. Memperbaiki proses hasil
  2. Mengurangi keragaman
  3. Mengurangi waktu penelitian
  4. Mengurangi biaya

Prinsip Dasar Rancangan Percobaan

Prinsip dasar rancangan percobaan diperlukan untuk mengendalikan sumber-sumber keragaman yang telah dijelaskan sebelumnya. Matjik dan Sumertajaya (2006) mengatakan bahwa data percobaan yang dianalisis dianggap sah atau valid apabila diperoleh dari percobaan yang memenuhi tiga prinsip dasar berikut:
  1. Ulangan, yaitu pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap beberapa unit percobaan pada kondisi yang seragam. Tujuannya adalah:
    • menduga ragam galat
    • memperkecil galat
    • meningkatkan ketelitian
  2. Pengacakan, hal ini dimaksudkan agar setiap unit percobaan memiliki peluang yang sama untuk diberi suatu perlakuan. Secara statistik untuk validitas/keabsahan dalam menarik kesimpulan agar kesimpulan yang diambil obyektif.
  3. Pengendalian lingkungan (kontrol lokal), hal ini merupakan usaha untuk mengendalikan keragaman yang muncul akibat keheterogenan kondisi lingkungan.

Komponen Rancangan Percobaan

Terdapat beberapa istilah dalam rancangan percobaan, diantaranya adalah sebagai beriku:
  1. Perlakuan, yaitu suatu prosedur atau metode yang diterapkan pada unit percobaan. Setara dengan taraf dari faktor.
  2. Unit Percobaan, yaitu satuan terkecil dalam suatu percobaan yang diberi suatu perlakuan. Unit dimana perlakuan diberikan secara acak.
  3. Satuan Pengamatan, yaitu anak gugus dari unit percobaan, tempat dimana respon perlakuan diukur.
  4. Faktor, yaitu peubah bebas yang dicobakan dalam percobaan sebagai penyusun struktur perlakuan.
  5. Taraf, yaitu jenis-jenis suatu faktor.
  6. Respon, yaitu hasil yang diamati setelah menerapkan perlakuan pada unit percobaan, respon diukur untuk menjustifikasi yang terjadi pada suatu percobaan.

Contoh :
Jika dimisalkan bahwa terdapat penelitian tentang pemberian jenis pupuk (N0,N1, N2,N3) pada tanaman padi dengan luas lahan 1ha. Maka dapat ditentukan bahwa:
  1. Faktor : jenis pupuk
  2. Perlakuan : pemberian jenis pupuk N0, N1, N2, N3
  3. Unit percobaan : 1 petak sawah
  4. Satuan pengamatan : tanaman padi

Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Rancangan percobaan ini dilatarbelakangai oleh unit percobaan dan kondisi lingkungan relatif homogen. Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana dari beberapa macam perancangan yang baku.  Rancangan ini dipergunakan jika ingin mempelajari pengaruh beberapa perlakuan (t[reatment]) dengan sejumlah ulangan (r[epeat]) untuk menjadi satuan-satuan percobaan (rt). RAL dilakukan dengan mengalokasikan pengacakan t kepada rt satuan percobaan. Menurut Matjik dan Sumertajaya (2006), Rancangan Acak Lengkap umumnya dilakukan di laboratorium, dengan jumlah unit percobaan yang tidak cukup besar, jumlah perlakuan terbatas, dan menggunakan bagan percobaan yang sederhana.

Kelebihan dari rancangan ini di antaranya adalah:
  1. Bagan rancangan percobaan lebih mudah.
  2. Analisis statistika terhadap subyek percobaan sederhana.
  3. Fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan dan jumlah ulangan.
  4. Kehilangan informasi relatif sedikit dalam hal data hilang dibandingkan rancangan lain.

Sementara kekurangan dari rancangan ini di antaranya adalah:
  1. Rancangan ini relatif tidak efisien bila ada rancangan percobaan lain yang lebih tepat.
  2. Apabila asumsi tidak dipenuhi, maka galat percobaan dapat membesar, sehingga mengakibatkan kesalahan penarikan kesimpulan

Tabel Anova RAL

Sebelum menyusun tabel Anova, perlu dilakukan perhitungan jumlah kuadrat dari masing-masing sumber keragaman. Jumlah ulangan yang digunakan dalam rancangan RAL tidak selalu sama. Apabila jumlah ulangan sama, maka perhitungan jumlah kuadrat dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Completely Randomized Design: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Sedangkan apabila jumlah ulangan tidak sama, maka perhitungan jumlah kuadrat dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Completely Randomized Design: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Dengan menggunakan hasil perhitungan di atas, struktur tabel anova dapat disusun seperti berikut ini:

Completely Randomized Design: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Untuk penarikan kesimpulan, diperoleh dengan memperhatikan nilai dari F-tabel dan F-hitung. Apabila nilai F-hitung > F-tabel maka keputusan yang diambil adalah menolak H0, artinya perlakuan berpengaruh nyata (signifikan).


Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin sobat tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sumber : Tugas Rancangan Percobaan (Rahma Anisa (G151110011) & Esther Ria Matulessy (G151110021)) Institut Pertanian Bogor, 2012
Disqus Comments