Thursday, October 6, 2016

Radio Galau FM


Satu-per-satu candaan mengolok bermunculan, sebelumnya mungkin sedikit agak masuk akal, si penggalau, mungkin karena saya terlalu sering mendengar radio, tetapi kali ini si manusia imaginer!? Manusia apa..? Apa saya terlihat seperti akar min satu, atau tiga belas per nol!? Ayolah, entah apalagi nanti, tapi sejenak keluar dari semua itu, saya menikmatinya.

"Hi Bar, bagaimana kabarmu dengan Velin? Terakhir ku dengar keadaan memburuk."

"Hahah (tertawa), lu bisa aja, tapi yah gitu deh. nah elu? Gimana ama dia, siapa tuh namanya (mikir), Dijha.. Iya itu.."

"Kamu orang ke-sekian yang nanyai itu. Yahh.. semuanya berubah cepat, jadinya sama kayak Velin dulu."

"Lu ingat gak kata Rio, mendingan jadi jomblo aja bro."

"Iya juga sih, lebih baik jomblo dulu aja, ganteng tapi jomblo kan gak apa-apa, jadinya ganteng-ganteng mubazir heheh.."

"Yang penting gak galau deh, ntar dibilangin galau in the dark lagi sama papaku. Jadiin aja semua sebagai pelajaran bro. Udahlah, gue mau nulis lagi yah, bye."



Bicara tentang galau jadi teringat dengan cerita satu ini. Tapi dengan membahasnya mungkin akan membuatku naik pangkat menjadi penggalau sejati, pangkat macam apa itu. Tapi ada satu hal yang aku suka, pacar itu kayak milih sepatu, semua orang pasti milih sepatu. Tapi enggak semuanya pas. Sekarang pilihannya ada dua lu masih mau pake tu sepatu atau lu cari yang lain.
Disqus Comment
Parse Tool