Friday, October 14, 2016

Metode Pembelajaran dengan Permainan (Games Method)

Metode Permainan (Games Method)
Games Method. Mendengar kata ini pasti sudah terbesit dipikiran kalian hal-hal yang menyenangkan. Yaa.. hampir semua orang menyukai bermain game. Mulai dari anak-anak, remaja maupun orang dewasa pun menyukai bermain game. Maka tidak heran jika mereka nyaman berlama-lama dalam situasi tersebut. Banyaknya peserta didik yang tidak menyukai pelajaran Matematika membuat sebagian tenaga pendidik menerapkan metode ini . Nah dengan menerapkan metode ini tenaga pendidikan berharap peserta didik bisa dengan nyaman dan mudah menerima pelajaran serta tidak terbebani dengan hal-hal yang membuatnya tidak menyukai mata pelajaran tertentu. Beberapa pendapat pengertian permainan dalam matematika: Adjie (2006: 83) menjelaskan bahwa permainan dalam pembelajaran matematika di sekolah adalah sembarang alat atau aktivitas yang mempunyai satu atau lebih pemenang dimana seorang atau kelompok siswa saling “berhadapan” melakukan kegiatan bermain dengan menggunakan aturan-aturan tertentu sehingga didapatkan seorang/kelompok pemenang (juara). Pendapat tersebut diperjelas lagi oleh Suwangsih (2006: 187) bahwa permainan matematika adalah suatu kegiatan yang menggembirakan yang dapat menunjang tercapainya tujuan intruksional matematika yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Permainan matematika mengandung nilai-nilai matematika yang dapat meningkatkan keterampilan pemahaman konsep dan pemantapannya, pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan masih banyak lagi. Dari beberapa penjelasan ahli dapat disimpulkan bahwa permainan dalam matematika adalah sebuah metode yang digunakan tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan permainan sebagai alat bantu agar peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan serta meningkat keterampilan pemahaman konsep.

Tujuan dan Manfaat Metode Permainan

Adapun tujuan dari metode permainan yaitu:
  • Mengajarkan pengertian (konsep)
  • Menanamkan nilai
  • Memecahkan masalah
  • Membentuk dan membina watak lewat metode yang menarik, menyenangkan dan menantang
Adapun manfaat dari metode permainan, yaitu :
  • Membangkitkan minat siswa
  • Memupuk dan mengembangkan rasa kerja sama siswa
  • Mengembangkan kreativitas siswa
  • Menumbuhkan kesadaran siswa
Hal- Hal yang harus dihindari dalam penggunaan metode permainan yakni permainan :
  • Yang membahayakan fisik dan atau kesehatan.
  • Yang mengandung resiko tinggi.
  • Yang tidak mampu dilakukan oleh seluruh peserta.
  • Yang menjurus pada persaingan tidak sehat.
  • Yang tidak menciptakan suasana sportivitas.
  • Yang akan mendatangkan perpecahan bagi yang menang dan yang kalah.
  • Yang memerlukan biaya tinggi.
  • Yang memerlukan waktu panjang

Kelebihan dan kekurangan metode permainan

Adapun kelebihan dari metode permainan adalah :
  • Sudah termuat sifat-sifat cara berfikir matematika, sehingga secara langsung atau tidak langsung kita telah menanamkan dasar matematika.
  • Memperluas belajar matematika.
  • Pada umumnya siswa sekolah dasar senang melakukan permainan, seyogyanya pembelajaran matematika dapat disajikan dalam bentuk/ teknik permainan yang sesuai dengan usia/kemampuan siswa.
  • Dalam waktu luang (jam bebas) dapat diisi dengan jenis permainan yang terarah.
  • Anak dilatih untuk menyusun pikirannya dengan teratur
Adapun kelemahan metode permainan adalah :
  • Membutuhkan biaya yang lebih, karena dalam metode bermain membutuhkan alat atau media yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.
Solusi : Untuk masalah ini jangan terlalu khawatir toh tenaga pendidik dapat memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar kita atau menggunakan media/alat hasil daur ulang untuk menghemat biaya. Sama halnya kata pepatah “Sekali mendayuh dua tiga pulau terlampaui” Disini tenaga pendidik juga sekaligus dapat memperlihatkan kepada peserta didik bahwa barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi bisa di daur ulang menjadi benda yang lebih bermanfaat.
  • Membutuhkan ruang atau tempat yang khusus sesuai dengan tipe permainan yang dilakukan.
Solusi : Untuk mensiasati masalah ini maka gunakan metode ini untuk jumlah peserta didik kecil(n≤15) atau medium(15<n≤23) agar tidak membatasi ruang gerak peserta didik. Sulit juga untuk mengontrol atau mengawasi peserta didik jika terlalu banyak apalagi pada metode permainan ini peserta didik sangat berperan aktif.
  • Sering terjadi saling berebut alat atau media bermain antara anak yang satu dengan yang lainnya apabila alat atau medianya tidak mencukupi
Solusi : Jangan terlalu susah untuk memikirkan hal-hal seperti ini. Cukup dengan tenaga pendidik membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah alat/media yang dimiliki tenaga pendidik kemudian jangan biarkan peserta didik sendiri yang mengambil alat/media, tenaga pendidiklah yang membagikannya agar tidak terjadi hal-hal seperti itu. Pada saat membagikan alat/media tersebut disini tenaga pendidik memperlihatkan bahwa mereka peduli dan ingin membuat peserta didik merasa nyaman dan membentuk “kesan utama”. Disini tenaga pendidik juga disarankan untuk mengawasi jalannya permainan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara peserta didik.
  • Tidak semua topik dapat disajikan dengan metode permainan
Solusi : Bukanlah masalah jika tidak semua topik dapat disajikan dengan metode ini toh masih banyak metode lain yang bisa digunakan. Jikalau metode ini juga digunakan terus menerus dikhawatirkan pada saat mata pelajaran yang lain dengan metode yang  berbeda pula peserta didik akan mudah jenuh dan bosan karena sudah terlalu nyaman dengan metode bermain. Tidak bisa dipungkiri setiap tenaga pendidik memiliki metode yang berbeda-beda dalam mengajar.
  • Dapat menganggu ketenangan belajar dikelas lain
Solusi : Nah disinilah peran tenaga pendidik untuk mengontrol peserta didik. Tegurlah dengan bijak jika sudah malampaui batas. Buatlah mereka senyaman mungkin dengan anda dan ingatkan kembali peserta didik akan tujuan permainan tersebut agar tidak terlalu larut dalam permainan dan melupakan tujuannya sebenarnya. Untuk lebih mendukung penggunaan metode ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatiakan: Lingkungan Kelas dan Jumlah Peserta Didik Metode Permainan dapat anda aplikasikan di seluruh kelas. Baik itu kelas dengan jumlah peserta didik yang sedikit atau dengan jumlah peserta didik yang banyak sekalipun dengan memerhatikan ruang atau tempat yang sesuai dengan jenis permainannya. Pada kelas kecil sampai dengan medium sangat memungkinkan anda untuk menguasai situasi didalam kelas. Namun untuk kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak sulit untuk mengontrol dan mengawasi peserta didik. Dikhawatirkan akan muncul beberapa hal yang perlu dihindari seperti yang dijelaskan diatas. Namun tidak mustahil untuk menggunakan metode ini dengan jumlah siswa banyak tapi harus didukung dengan tempat yang besar atau mungkin kedap suara agar tidak mengganggu kelas lain, alat/media yang betul-betul memadahi, dan tenaga pendidik yang memiliki special skill yang baik. Alokasi Waktu Metode permainan dapat diaplikasikan di alokasi waktu yang panjang atau pendek tergantung dengan jenis permainan yang akan dimainkan. Jika mempunyai alokasi waktu yang cukup panjang maka pada saat berakhirnya permainan, tenaga pendidik meminta kepada peserta didik mendiskusikan hal-hal apa saja yang telah didapatkan selama permainan berlangsung. Kemudian tenaga pendidik mengetes untuk mengetahui sampai dimana pencapaian peserta didik setelah permainan tersebut. Namun jika alokasi waktu yang sedikit cukuplah dengan memilih acak peserta didik kemudian menanyakan apa saja yang dapat mereka tangkap setelah permainan berakhir. Hal Penting Lainnya Metode permainan terjalin sempurna jika tenaga pendidik dapat membangun kesan utama yang baik. Agar lebih menarik perhatian peserta didik, tenaga pendidik harus pandai dalam membangun kesan utama terhadap peserta didik dengan membuat mereka merasa nyaman, enjoy, dan bebas tanpa ada tekanan. Pada metode permainan, tenaga pendidik senantiasa harus mengingatkan inti/pokok dari permainan yang dimainkan entah itu pada saat menjelaskan rulesnya atau mengulang-ngulang kata yang penting agar pada saat peserta didik sudah memulai permainan tidak lupa akan apa yang dicapai setelah games berakhir. Dan juga jangan lupa untuk mengingatkan peserta didik untuk bermain secara sportif dan tidak mementingkan menang atau kalah, yang terpenting adalah ilmu yang didapatkan dari permainan tersebut.
Sumber : Yusrianah Thamrin
Disqus Comments