Friday, October 21, 2016

Memangnya Berhala Modern Ada?

Statue Photography

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Teman-teman pasti tidak asing dengan kata berhala, mendengar kata ini sebagian (yang pas belajar agama di kelas tidak tidur) pasti teringat dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. yang berjuang menghancurkan sekian banyak berhala yang menjadi sesembahan orang-orang kafir kala itu.

Dahulu kala penyembah berhala dapat dilihat langsung dari kegiatan mereka, menyembah patung yang mereka sebut "Tuhan", mereka akan marah jika ada yang menghina patung itu, sedih jika patung itu rusak, merasa senang dengan keberadaan patung itu, bersemangat dan terinspirasi dari patung itu, bahkan rela berbuat apapun demi patung itu juga, pemujaan yang berlebihan.

Tapi teman-teman tahu tidak dengan perkembangan zaman yang lebih modern berhala juga hadir di masa ini dengan bentuk yang juga lebih modern, teman-teman mungkin berpikir, berhala yang di maksud ini patung seperti apa, apa patung pahlawan, patung binatang, ataupun tugu yang sering kita lihat di pinggir jalan disebut sebagai berhala modern?

Bukan yang seperti itu, biar saya gambarkan secara sederhana, sobat mungkin mengalami, punya teman atau paling tidak pernah melihat orang yang mengidolakan orang lain, misalnya artis, mereka akan selalu senang melihat pertunjukan maupun karya yang dihasilkan idolanya, menjadikannya penyemangat dan inspirasi, sedih jika idolanya mendapat gosip negatif atau mendapat musibah, marah jika ada yang menghina idolanya bahkan rela melakukan apapun demi idolanya, menempel gambar poster idolanya, mengoleksi video tentang idolanya, menghafal seluk-beluk tentang idolanya, bahkan mengikuti setiap berita tentang idolanya. LALU APA ARTINYA INI? Bukankah itu sama saja dengan pemujaan yang berlebihan!? Berhala modern saat ini bisa berwujud boyband, girlband, pemain film ataupun filmnya, penyanyi, tokoh kartun, bahkan artis yang sering kita lihat di televisi. Dan banyak orang yang tidak sadar akan hal ini karena mereka melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan mungkin tanpa sadar.
Tapi idolaku itu ada manfaatnya kok, lagipula sebagai bentuk penghargaan dengan karyanya dan juga memberi pesan moral yang positif.
Menghargai karya orang lain memang suatu tindakan yang baik, menurut saya menyukai sesuatu itu yang sewajarnya sajalah. Jangan sampai membuat kita melupakan Tuhan yang telah menciptakan kita, Tuhan yang meskipun tidak satupun dari kita yang pernah melihatnya namun keberadaannya sangat nyata, senyata teman-teman yang saat ini membuka halaman Maringngerrang Blog, lebih nyata dibandingkan apa yang kita lihat sehari-hari, karena yang tidak kita lihat bukan berarti tidak ada.

Manfaat mengidolakan itu hanya akan menjadi manfaat semu jika menyukai secara berlebihan. Tidakkah kita sadar dengan mengidolakannya bisa membuat kita lebih jauh bahkan melupakan Allah!? Jika kita berpikir tentang pesan positif yang diperlihatkan oleh sang idola, bukankah jauh lebih banyak pesan positif yang ada dalam Al-Qur'an serta kisah-kisah Nabi & Rasul, yang bukan hanya sekedar cerita namun juga menjadi sejarah. Jika ada yang berpikiran itu semua sudah ketinggalan jaman dan sudah kuno, lalu apakah dengan yang terjadi di masyarakat saat ini disebut sebagai MODERN!?

Saat ini masyarakat banyak yang salah dalam mengartikan kata idola, jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata idola memiliki makna sebagai berikut.

idola /ido·la/ n orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan: ia senang sekali karena penyanyi -- nya tampil dalam pertunjukan itu;
mengidolakan /meng·i·do·la·kan/ v menjadikan sesuatu sebagai idola: ia mengaku sudah ~ sang kakak sejak masih kecil;
pengidolaan /peng·i·do·la·an/ n proses, cara, perbuatan mengidolakan


Miris rasanya jika banyak orang yang bilang, saya adalah idola sejati dari "Maringngerrang Blog". Itu artinya secara bahasa dia telah menjadikan dirinya sebagai pemuja selain Allah. Astagfirullah. Begini teman-teman, berdasarkan dengan apa yang saya perhatikan dalam kehidupan sehari-hari, saat ini sudah banyak orang islam yang tidak lagi terlihat keislamannya, banyak orang yang terlihat lebih mengikuti gaya hidup yang salah, menggunakan pakaian yang menampakkan aurat, meninggalkan sholat 5 waktu, tidak berpuasa, tidak bisa mengaji, dan lain-lain, serta hal-hal lain yang menurut kita sederhana namun dampaknya sangat besar, hal sederhana yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang tidak hanya mengaku dirinya beriman. Contoh kecil saja kita lihat di televisi banyak orang yang menampakkan cara makan/minum yang salah yaitu dengan minum berdiri, berbicara/menyanyi dalam WC, kencing berdiri, BAHKAN pacaran pun menjadi sarapan sehari-hari kita dari televisi dan sisanya mungkin teman-teman bisa sebutkan sendiri. Itu semua banyak yang bilang hal sepele, tapi apakah hal penting itu selalu yang dampaknya langsung terlihat!?


Di penghujung tulisan ini saya ingin menyampaikan kepada teman-teman, meskipun saya sebenarnya bukanlah orang yang dikatakan "layak" untuk membicarakan agama, bukanlah ustad dengan sorban dan celana isbal-nya, bukanlah orang yang senantiasa terhindar dari dosa besar, bukanlah orang yang sepenuhnya patut dijadikan contoh, namun jika amar ma'ruf nahi munkar hanya bisa dilakukan oleh orang tak berdosa, maka saat ini sungguh tidak satupun akan pantas melakukannya. Janganlah menunggu suci untuk berbuat baik, karena syarat untuk berbuat baik tidak harus suci, sebab kebaikan perlahan akan menyucikan kita.

Mungkin cukup sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin sobat tanyakan silakan sampaikan pada kotak komentar yang ada dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Disqus Comments