Wednesday, August 10, 2016

Pujian Terbesar Dari Sahabatku Adalah Ketika Dia Mengolokku

Pujian Terbesar Dari Sahabatku Adalah Ketika Dia Mengolokku

"Dari pecinta kaktus aku belajar, menyayangi tidak selalu tentang memeluk".

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Selama datang sobat blogger dimanapun anda berada, terima kasih telah berkunjung di Maringngerrang Blog, semoga blog sederhana ini bisa menjadi tempat saya dan kalian berbagi cerita.

Bulan Agustus adalah bulan perpisahan bagiku, kalian tau kenapa? Bulan ini menjadi waktu libur terpanjang dalam setahun memaksa setiap mahasiswa berpisah dengan beberapa kenangan di kampus demi mengisi sedikit ruang kalbu untuk orang tua dan kampung halaman. Hal itulah yang membuat teman dan kampus sejenak menjadi kenangan.

Kalian pasti punya teman atau paling tidak pernah punya teman sebelumnya, berteman selalu menyenangkan, membuat kita lebih mudah untuk berbagi pikiran dengan orang lain. Semakin dekat kita dengan seseorang pasti akan semakin nekad, seperti kata iklan di TV, cowok tau makin dekat makin nekad.

Pujian Terbesar Dari Sahabatku Adalah Ketika Dia Mengolokku

Pujian Terbesar Dari Sahabatku Adalah Ketika Dia Mengolokku

Pujian Terbesar Dari Sahabatku Adalah Ketika Dia Mengolokku

Kalau berteman sebaiknya pilih-pilih atau tidak? Kalau itu sebenarnya tergantung kamu, jika kamu bisa untuk memfilter diri agar tidak mengikuti hal-hal salah yang dilakukan orang lain kamu bisa berteman dengan siapa saja, namun menurut saya sebaiknya bertemanlah dengan orang yang baik dan juga bertemanlah dengan orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan diri kita.

"Dari pecinta kaktus aku belajar, menyayangi tidak selalu tentang memeluk".

Ohiya, apa kabar Sanjurius? Sepertinya sekarang kau sudah menjadi photographer andal, akun instagrammu tidak pernah sepi, kaki tidak pernah lelah melangkah, tidak bisa tenang di satu tempat, selalu berusaha untuk melihat dunia, kau sudah terbang sangat jauh, hati-hati yah jangan sampai terjatuh. :'D Bagaimana wajahmu sekarang!? Pastinya nampak lebih tua dari terakhir berjumpa.

Kalian percaya dengan keajaiban atau kebetulan? Kalau saya lebih percaya dengan kehendak-Nya entah itu keajaiban atau kebetulan. Terima kasih untuk Sanjurius telah menunjukkan keajaiban kehendak-Nya. Kalian percaya kalau dengan mengingat seseorang maka orang itu akan datang!? Tidak selalu memang tapi kalau hal itu terjadi akan terasa seperti sebuah keajaiban.

Sepanjang hari entah siapa yang menyuruh aku selalu saja mengingatnya bahkan teganya tangan ini bergerak tanpa sesuai dengan perintah dari otakku, kenapa pula dia membuka salah satu akun sosial media miliknya!? Alhasil sisa sore itu kuhabiskan dengan membaca sederet tulisan yang muncul dari situs sosial media itu.

Menjelang malam semakin larut siapa pula yang mengatur skenario bahwa dia akan menelepon? Ah Sanjurius aku hampir tidak mengenali suaramu, lama sekali sejak terakhir aku mendengarnya, suaramu sekarang terdengar lebih tinggi nadanya.

Mengapa kau benci berubah?
Aku benci berubah, perubahan pernah membuat hidupku penuh dengan kekecewaan. Memangnya berubah jadi lebih baik atau lebih buruk? Berubah jadi lebih buruk. Hidup itu berubah jadi lebih baik bukannya jadi lebih buruk. Yah seandainya kamu tau perubahan itulah yang membuatmu pergi dan kepergianmu itulah yang membuatku membenci perubahan.

Aku bosan dengan tempat itu!
Aku tidak pernah bosan dengan tempat ini, dirimu terlihat olehku hampir disetiap sudut kota ini, bukan hal yang terdengar horor hanya saja beberapa tempat membuatku teringat padamu hingga bayanganmu seperti tampak begitu nyata bagiku. Ahh apa pula artinya semua ini.

Boleh aku bertanya!?
Kenapa pula bisa seberat ini untuk bertanya, sebenarnya yang ingin kutanyakan percakapan yang cukup ringan hanya saja jawabannya yang menurutku berat. Andai tulisan ini bisa menyampaikan aku ingin bertanya, siapa kabarmu sekarang?

Tetapi terima kasih atas beberapa menit yang sangat menyenangkan itu, mendengar suaramu membuatku merasa sangat lega, aku merasa mendapat nafas baru dan baru kali ini lagi aku merasa sesenang ini. Terima kasih San. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Disqus Comments