Wednesday, August 17, 2016

Muddani, ri A

Muddani

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatu, selamat datang pengunjung blog yang dermawan dan baik hati, mariki', dengan secangkir kopi hangat mari sejenak nikmati hidup, karena nikmat tidak selalu soal tak pahit.

Muddani, kata yang biasanya na pake orang Bugis untuk ungkapkan tentang perasaan rindu dan itu mi yang kurasakan sekarang, rindu. Rindu ka dengan orang tuaku di kampung, rindu ka dengan kampung ku, terlebih rindu ka dengan orang yang hampir setiap hari ku lihat, A.

Agusriani Sabri

Namanya diawali dengan huruf A, seorang perempuan yang ku kagumi dari sisi manapun selain ibuku. Perempuan yang kadang kasih semangat ka ke kampus dan kadang kasih malas ka keluar rumah. Perempuan cerewet yang biasanya suka marah-marah tidak jelas tapi selalu bisa kasih ketawa orang-orang di sekitarnya. Perempuan yang kadang jadi menyebalkan dan hanya suka menonton film India tapi selalu bisa di andalkan. Satu diantara enam belas perempuan yang merupakan teman sekelas ku. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1996 yang menetap di Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Perempuan yang kadang ku panggil Uga meskipun namanya Agusriani, Agusriani Sabri.

Hari ini tepat pada tanggal 20 Ramadhan 1437 H. Imsak sudah lewat kira-kira satu jam yang lalu dan alhamdulillah tidak kesiangan ka. Hari ini sampai lebih kurang 90 hari kedepan menjadi hari terakhir ku untuk bisa ketemu sama Uga. Pekan ini pekan terakhir semester genap 2015-2016 di kalender akademik kampus, itu artinya sampai semester ganjil nanti akan ada libur selama 3 bulan, 2 bulan diantaranya dipakai untuk mengisi kegiatan tahunan program studi ku yang disebut Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tempat yang berbeda-beda untuk hampir setiap mahasiswa di kelas ku dan tidak satupun diantara mereka yang kutemani.

Tidak tau bagaimana caranya bilang sama dia, nanti mungkin akan ku rindukan i, tapi sampai tulisan ini ku terbitkan perasaanku masih sama dan sepertinya masih akan sama.
Disqus Comment
Parse Tool