Monday, August 22, 2016

Gila Tidak Selalu Tentang Tidak Waras



Gila Tidak Selalu Tentang Tidak Waras

Entah sudah berapa lamapun saling mengenal, selama apapun menghabiskan waktu bersama-sama, dan seberapa keraspun di perjuangkan.. Kalau bukan jodoh, mau gimana lagi!?

Apakah kalian pernah bertindak konyol dan terlihat tidak waras hanya karena menyukai seseorang? Kalau belum berarti kalian belum pernah benar-benar menyukai seseorang. Misalnya tiba-tiba jadi semangat menjalani hari hanya karena tidak sengaja bertemu dengan orang yang mirip dengan si dia, atau memelihara sebuah sampah hanya karena si dia pernah menggunakannya, atau bahkan cengengesan bahagia karena bisa melihat atap rumahnya, atau hal konyol lain yang kadang tidak disadari?

Gila Tidak Selalu Tentang Tidak Waras

Namanya juga cinta, jangankan lihat orangnya, lihat atap rumahnya saja sudah sangat bahagia.

Setiap kali ke Makassar dari Pinrang pasti saya selalu lewat depan rumahnya, bukan, bukan karena sengaja tapi karena rumahnya tepat di pinggir jalan poros. Setiap kali lewat disana saya selalu menyempatkan diri melirik ke rumahnya meskipun hanya sekedar melihat pagar dan atapnya, tapi tidak tau kenapa rasanya menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri setelah melihat atap seng dan pagar kayu itu. Mungkin memang benar kalau soal perasaan ke seseorang itu gambarannya seperti ngompol di celana, siapa saja bisa melihatnya tetapi hanya kamu yang bisa merasakan kehangatannya, setiap orang bisa berkata betapa konyolnya dirimu hanya karena menyukai seseorang tetapi mereka tidak akan tau betapa bermaknanya hal-hal "kecil" seperti itu yang tidak siapa saja bisa merasakannya.

Gila Tidak Selalu Tentang Tidak Waras

Setahun lalu, kita chatting sampai jam 3 pagi, sekarang mau bilang "hai" ke kamu saja aku harus mencari alasan dulu. Kadang sesuatu bisa berubah begitu cepat.

Setiap kali saya mengingatmu rasanya seperti makan rujak favorit yang super pedas, rasanya memang enak dan bikin rasa ingin nambah tapi juga benar-benar akan menyiksa lidah dan perut karena rasa pedasnya. Kurang lebih begitulah rasanya kalau mengingatmu, aku tidak ingin berhenti melakukannya meskipun rasanya sangat menyiksa. Orang kadang bilang begini, "kenapa ko je bodoh-bodoh makan pedis kalau na siksa ko!?", pendapat orang-orang yang tidak tau kenikmatan tidak selalu tentang yang manis.

Lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan sesuatu untuk orang yang dari tadi menjadi tokoh utama dalam tulisan ini, Sanjurius, terima kasih untuk 2 hal San, pertama karenamu saya selalu punya cerita untuk ditulis, selalu punya kisah untuk diingat, dan yang kedua terima kasih karena selalu berputar-putar dalam ingatanku, meskipun itu terasa menyiksa tapi saya tidak ingin itu berhenti. Salam atas nama siapa saja asalkan diterima.
Disqus Comment
Parse Tool