Monday, December 28, 2015

Puasa dan Ramadhan

Puasa dan Ramadhan

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Terima kasih sobat sudah mau mampir membaca blog saya. :) Baiklah pada posting kali ini di bulan Suci Ramadhan 1434 H ini (saat saya menulis posting ini) saya akan membahas hal-hal yang berhubungan dengan Islam, yaitu hal-hal apa saja yang dapat membatalkan dan mengurangi pahala berpuasa di bulan Ramadhan;

Sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya kita memahami apa itu Puasa. Berdasarkan dengan rukunnya puasa merupakan tindakan sukarela untuk menahan diri dari beberapa jenis hawa nafsu (seperti lapar, dahaga, emosi, termasuk aktivitas seksual) dan hal-hal yang ditetapkan membatalkan puasa yang dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari (lebih dari 12 jam). Beberapa kalangan ada yang melakukan puasa dengan hanya menahan diri dari beberapa jenis makanan atau zat tertentu namun itu bukan puasa yang kita bahas disini.

Puasa dan Ramadhan

Dalam agama Islam puasa memiliki beberapa jenis, ada yang wajib dan ada pula yang sunnah, puasa wajib misalnya nazar serta puasa yang dilaksanakan pada bulan tertentu yaitu bulan Ramadhan sedangkan puasa sunnah yaitu Puasa Senin-kamis, puasa Daud, puasa Arafah, puasa syawal (6 hari), puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, puasa di bulan Sa’ban, puasa Ayyamul Bidh, puasa di bulan Muharram, puasa ‘asyura dan Tasu’a, puasa bagi yang masih bujang (belum menikah) dan mungkin masih ada lagi yang tidak saya ketahui. Karena dalam posting ini saya lebih menekankan pada puasa Ramadhan, maka berikut ini adalah doa yang sebaiknya dilafadzkan saat berpuasa.

Lafadz niat berpuasa ramadhan dan niat berbuka puasa

Adapun hal-hal yang membatalkan puasa adalah berikut ini :
  1. Makan dan Minum, makan dan minum sejak subuh hingga maghrib, membatalkan puasa. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah:187, ” … dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”. Namun, apabila seseorang tidak sengaja menyantap makanan karena lupa, puasa tersebut tetap tidak batal. Ia berhak merampungkan puasanya tersebut. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa lupa bahwa ia tengah berpuasa, kemudian makan atau minum, hendaklah ia tetap menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  2. Muntah dengan Sengaja, seseorang yang muntah karena tidak sengaja, berhak melanjutkan puasanya. Sebaliknya, mereka yang menyengaja untuk muntah, puasanya batal. Ia wajib mengganti puasanya tersebut di kemudian hari. Sabda Nabi, “Barangsiapa terpaksa muntah, tidak wajib mengganti (mengqadha) puasanya; dan barangsiapa yang menyengaja muntahnya, maka hendaklah ia mengganti puasanya.” (H.R. Abu Daud).
  3. Tengah Haid atau Nifas, bagi perempuan, terdapat keringanan dalam menjalankan puasa. Mereka yang haid, diperbolehkan untuk mengganti puasanya di lain hari. Demikian pula wanita yang mengeluarkan darah nifas (darah setelah melahirkan). Diriwayatkan dari Aisyah, “Kami diperintakan oleh Rasulullah saw. untuk mengganti puasa, dan tidak diperintahkan untuk mengganti sembahyang (yang tidak dilakukan ketika seseorang haid) (H.R. Bukhari).
  4. Melakukan Hubungan Suami-Istri, puasa sejatinya menahan segala bentuk keinginan tubuh manusia. Selain hasrat untuk makan dan minum, ada hasrat dasar lain yang harus ditekan, yaitu hasrat seksual. Firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah:187, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istrimu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. …” Mereka yang tidak dapat membendung nafsu seksualnya, diwajibkan untuk membayar kifarat, yaitu berurutan: Memerdekakan budak; (Jika tidak mampu, maka) puasa dua bulan berturut-turut; (Jika tidak mampu, maka) bersedekah yang mengenyangkan 60 fakir miskin, dengan ketentuan 3/4 liter per orang.

Ada pula hal-hal yang makruh untuk dilakukan bagi orang-orang yang berpuasa, meskipun tidak membatalkan puasa namun tentu saja akan mengurangi pahala ibadah puasa yang sedang dilaksanakan dan sebaiknya dijauhi. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Berlebih-lebihan dalam berkumur, atau menghirup air ketika berwuduk. Sekalipun hal ini adalah sunnah dalam berwudhu', namun sesuatu yang berlebihan haruslah dihindari. Hal ini dikhawatirkan jika terlanjur ke kerongkongan, sehingga puasa menjadi batal.
  2. Mencium istri, kecuali bagi orang yang mampu menahan diri karena kadang-kadang ciuman itu membangkitkan syahwat yang mendorong kepada batalnya puasa dengan keluarnya madzi. Atau bahkan melakukan jima'. Jika sudah sampai demikian, tidak hanya membatalkan puasa tapi juga resikonya wajib mem­bayar kifarah.
  3. Tidak hanya mencium istri, bahkan memandang istri dengan syahwat juga dimakruhkan. Pandangan yang dapat mendorong atau menimbulkan pikiran untuk melakukan hubungan seks. Sama halnya dengan ini ialah: membaca buku-buku cabul, atau melihat gambar-gambar porno.
  4. Berbekam atau donor darah. Hal tersebut dikhawatirkan dapat melemahkan badan sehingga tidak dapat melanjutkan puasa.
  5. Meraba, atau merangkul istri yang dapat menimbul­kan syahwat. Dan hal-hal lain yang dapat mengundang syahwat. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, namun sejatinya ibadah puasa menahan diri dari hawa nafsu. Wallahu'alam.
  6. Melakukan perbuatan dosa, hal ini pastinya akan mengurangi pahala berpuasa, maka disarankan untuk memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. selama melaksanakan ibadah puasa agar dapat terhindar dari berbagai macam godaan.
  7. Dan berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan pada bulan Ramadhan :
  8. Membaca Alqur’an, Menurut suatu riwayat malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu dari Allah dan membacanya di hadapan Nabi. Dalam Islam itu disebut tadarusulqur’an. Alqur’an itu membacanya berpahala. Apalagi dengan memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya. Apalagi di 10 hari terakhir maka Nabi Muhammad SAW akan semakin memperbanyak kegiatan penting seperti membaca Alqur’an.
  9. Bangun di tengah Malam Untuk Shalat Sunnah, Dalam urusan ibadah kita wajib mencontoh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah jika bulan ramadhan Nabi selalu dan sering-sering bangun malam terutama di 10 hari terakhir bulan ramadhan yaitu malam ke 21 hingga 30. Kenapa? Karena waktu itu ada suatu malam yang sangat istimewa untuk ummatnya yang berpuasa malam turunnya Lailatul Qodar hingga terbit fajar. Lailatul Qodar hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad dan ummatnya dan tidak diturunkan pada nabi dan ummat sebelum Nabi Muhammad.
  10. I’tikaf Di Masjid, I’tikaf artinya adalah diam/duduk di masjid untuk berdzikir kepada Allah. Kegiatan Nabi pada malam 10 terakhir adalah I’tikaf di masjid dan membangunkan seluruh keluarganya untuk I’tikaf di masjid.
  11. Memperbanyak amal baik, hal yang sangat baik dilakukan pada bulan Ramadhan salah satunya adalah memperbanyak amal baik sebagai bekal hari kemudian. Selain beramal kepada Allah SWT. juga beramal kepada sesama manusia seperti, saling tolong menolong, berbuat ramah, bersedekah, dll.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang akan berpuasa, baik wajib maupun sunnah, semoga membuat diri semakin beriman kepada-Nya. Apabila terdapat hal-hal yang keliru dalam tulisan saya ini, ataupun ada hal yang ingin disampaikan, silakan tulis pada kotak komentar dibawah atau bisa juga melalui halaman contact blog ini. Terima kasih, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Puasa
http://www.jatger.net/2012/08/macam-macam-puasa-sunnah-dalam-islam.html
http://blogginmum.blogspot.com/2013/07/hal-hal-yang-membatalkan-puasa-dan.html
http://ramadhan.republika.co.id/berita/ramadhan/shaum-ala-rasulullah-saw/12/07/25/m7pu55-halhal-yang-makruh-dalam-puasa
http://www.indomultimedia.web.id/2013/07/bacaan-doa-niat-puasa-ramadhan-lafaz.html
http://www.aairwan.com/2011/08/amalan-yang-baik-dilakukan-pada-bulan.html
Disqus Comments