Saturday, December 12, 2015

Insya Allah atau In Shaa Allah?

Mana yang lebih benar Insya Allah atau In Shaa Allah?

Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatu. Banyak orang yang sering memperdebatkan tentang penggunaan yang benar Insya Allah atau In Sha Allah. Baiklah sekedar berbagi dari yang ditulis Uztazd Felix Siauw pada webnya.

Pertama-tama bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A, B, C dan seterusnya seperti bahasa Inggirs, namun berbeda dengan bahasa Arab yang tersusun dari huruf hijaiyah seperti alif (ا ), ba (ب ), ta (ت ) dan seterusnya.

Perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya literasi (penulisan bahasa asing dalam bahasa lokal), misalnya kata الله dalam bahasa Arab, bila diliterasikan kedalam bahasa indonesia bisa jadi "Allah", "Alloh", "Awloh" atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arab nya, tergantung kesepakatan transliterasi. bila orang Indonesia sudah nyaman membaca الله dengan transliterasi "Allah" jadi tidak perlu diganti jadi "Alloh" ataupun "Awloh", toh bacanya juga sama walaupun tulisannya berbeda. Bahkan ketika menulis Allah dengan huruf kecilpun tidak berdosa, karena dalam bahasa Arab tulisan الله tidak ada huruf besar-kecilnya. Namun sebagai penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan "Allah".

Baiklah kembali ke Insya Allah atau In Shaa Allah?

Dalam bahasa Arab dituliskan dengan إن شاء الله, bila diartikan per-kata akan menjadi :
  • إن = bila
  • شاء = menghendaki
  • الله = Allah

Jadi arti dari إن شاء الله adalah "Bila Allah berkehendak". Untuk penyebutan dalam bahasa Indonesia tergantung kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi "syaa" atau "shaa".

Penggunaan hruf ش di negara Inggris dibaca dengan "shaa" sedangkan di indonesia dibaca "syaa". Namun jika ingin membacanya dengan "shaa" boleh-boleh saja namun di Indonesia huruf ص sudah ditransliterasikan jadi "shaa" kalau disamakan pasti akan jadi kacau.

Akan tetapi kebanyakan orang beranggapan bagaimana jika menggunakan "Insya Allah" yang berarti "menciptakan Allah"? Naudzubillahi mi dzalik.

kata إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki) dan pemakaian kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya.

bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)

bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Oleh karena itu, menggunakan penulisan "Insya Allah" ataupun "In Shaa Allah" boleh-boleh saja dan artinyapun cuma ada satu yaitu "bila Allah menghendaki" dan tidak ada arti yang lain. Namun lebih baik menggunakan "Insya Allah" karena lebih sesuai dengan literasi bahasa Indonesia.

Mungkin cukup dari saya, semoga informasi ini bisa bermanfaat, kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan sampaikan pada kotak komentar dibawah atau melalui halaman contact blog ini yang bisa dibuka melalui menu blog yang ada dibagian atas. Terima kasih, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Disqus Comments