Monday, December 21, 2015

Gimana Sih Itu Pacaran Islami?

Memangnya ada pacaran yang islami?

Banyak orang yang bilang seperti ini, yaelah hari gini masih jomblo aja, karatan lu lama-lama. Biasanya orang yang ngomong seperti itu pasti punya pacar, trus yang dibilangin itu orang-orang yang katanya fakir asmara alias jomblo seperti saya. Yah, emang jomblo salah? Justru jomblo itu istimewa.

Memangnya ada pacaran yang islami?

Disini saya akan membahas tentang apakah benar kalau pacaran itu sebenarnya dilarang? Atau adakah pacaran yang islami? Begini, menurut saya pacaran itu banyak yang salah, gak ada yang namanya pacaran islami selama itu didasari sama nafsu. Pacaran itu bisa berdosa, apakah ada dosa yang islami? Pacaran emang bisa bikin kita semangat ke sekolah, semangat buat menjalani hari-hari, tapi niat kita semangat ke sekolah niat kita semangat menjalani hari-hari bukan berasal dari sesuatu yang baik selain itu yang bikin kita semangat itu adalah, pengen ngeliat si dia itu nafsu, pengen dekat-dekat dengan si dia itu nafsu. Sesuatu yang diawali dengan nafsu biasanya berakhir mudarat loh.

Banyak ada orang yang mengatasnamakan agama untuk pacaran, kita pacaran kan gak melanggar agama, masing-masing jaga diri kok. Oke, memang di Al-Qur'an gak ada yang bilang pacaran itu haram, tapi Allah udah bilang berkali-kali kalau mendekati zina itu haram..

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat" QS An–Nur (24):30

Oke sekarang saya mau nanya, emang ada pacaran yang gak mendekati zina? Ada kok. Apaan coba? Baru mau nembak aja itu udah hasutan setan, kenapa gak coba nembak si dia lewat ortunya aja? Takut kan? Takut ortunya ngelarang apalagi sampai marah-marah. Yah jelas wajar kalau ortunya marah, toh yang diminta itu salah. Karena itu hasutan dari setan, kita pengen melakukan sesuatu yang dilarang. Orang tua mungkin melarang anaknya pacaran, kalau memang ada pacaran yang bener kenapa ortu gak ngajarin aja pacaran yang bener? It's simply, karena gak ada pacaran yang bener.

Pacaran islami, pacaran itu mendekati zina, mendekati dosa, malah kalau diteruskan bisa jadi dosa besar. Jadi pacaran islami itu gak ada? Memangnya ada maksiat yang islami?

Oke sekarang begini, kenapa pacaran itu dilarang!?

Untuk mengenal lawan jenis kita itu memang perlu dan itu penting, tapi itu dilakukan untuk PDKT sebelum persiapan nikah, artinya rencana nikah udah ada. Kayak beli jeruk di pinggir jalan, sebelum beli kita boleh nyobain jeruk itu, biar kita tau jeruk yang kita beli nanti rasanya kayak apa, nah PDKT sebelum nikah kayak gitu, namanya Ta'aruf. Apa bedanya ta'aruf ama pacaran? Yah jelas beda, pacaran itu bukan untuk mengenal lebih jauh sebelum nikah, soalnya pacaran dilakukan sebelum ada rencana menikah. So what the mission of pacaran? Pacaran itu pada dasarnya muncul karena adanya niat kita supaya orang yang kita suka gak di rebut sama orang lain, tapi bukan mengikatnya dengan pernikahan tapi di ikat dengan hubungan yang namanya pacaran. Kita pengen memaksakan takdir supaya si dia jadi jodoh kita, pengen pacaran biar nanti gak jauh-jauh buat cari jodoh.

Mungkin tidak semua, tetapi pacaran akan berujung pada sesuatu yang kurang baik, dan tidak sedikit yang berujung keburukan bahkan malapetaka. Dalam islam menggunakan nafsu pandangan saja dosa, melihat sesuatu yang tidak semestinya dosa, artinya untuk sesuatu sekecil itu saja dosa apalagi kalau sampai pacaran, bukan hanya melihat, bicara dan mendengarnya bisa jadi dosa. Dalam pikiran kita yang ada cuma bagaimana caranya supaya bisa dekat si dia. Pengen dekat dia itu artinya kita bernafsu, yaiyalah itu nafsu.

Pacaran Islami?

Kalau pengen pacaran, mending ditahan dulu niatnya itu, pacaran lebih seru kalo udah nikah. Pengen jalan gak perlu takut di razia, takut sama ortu, apalagi takut zina, kalau udah nikah gak ada yang namanya zina sama pasangan kita. Kata orang pacaran itu bisa bikin kita berpikiran dewasa, bullshit, yang ada beradegan dewasa, kita gak akan pernah dewasa kalau otak kita masih dikendalikan nafsu. Yang ada nanti kayak anak SD ini nih.

Pacaran Islami?

Ngelawan nafsu untuk pacaran memang susah, tapi bayangin aja, misal kamu pacarin si dia, sekarang kita anggap dia bukan jodoh kamu, apa kamu gak kasihan sama jodoh si dia nantinya? Meskipun kamu bilang gak ngapa-ngapain tapi kalau dia udah meluangkan kasih sayangnya ke kamu? Bayangin aja gimana kalau jodoh kamu yang kayak gitu, gak enak kan? Bawaannya pengen cemburu.

Ada juga alasan lain kenapa saya bilang kalau mending gak usah pacaran. Pacaran itu bisa bikin orang lain illfeel sama kita, yahh jelas illfeel soalnya pacaran itu terkesan lebay, mungkin alay. Kalau nelpon suaranya pelan biar gak di dengar orang, kalau ketemu pengennya dekat-dekat mulu kayak surat dan tukang posnya. Mungkin buat kita biasa-biasa aja, tapi coba bayangkan kalau di posisi teman kita yang ngeliat kita pacaran. Geli' tau.

Memangnya ada pacaran yang islami?

Pacaran dengan si dia bukan berarti kita berjodoh dengan si dia. Meskipun udah bertahun-tahun pacaran pasti akan tetap tidak tenang soalnya khawatir nantinya gak akan berjodoh. Makanya mending di ikat aja cepat-cepat dengan nikah. Nanti kalau di rebut orang sakit juga loh.

Memangnya ada pacaran yang islami?

Terakhir dari saya, jangan suka menganggap dosa seperti pacaran adalah dosa yang ringan, yang namanya dosa akan tetap mendapat ganjaran di hari kiamat. Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir (yang selalu berbuat dosa) memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat tersebut". HR. Bukhari.

So jangan menganggap dosa akan mudah di ampuni dan jangan pernah meremehkan dosa. Mungkin itu aja dari saya, kalau pengen berkomentar silahkan ngomong aja lewat kotak komentar dibawah atau lewat halaman contact blog ini yang bisa kalian buka di menu blog dibagian paling atas. Thanks udah baca artikel ini, assalamu'alaikum.
Disqus Comment
Parse Tool