Thursday, December 10, 2015

Pengkhianatan: Siti Hajrah

Pengkhianatan: Siti Hajrah

Malam yang begitu indah diiringi suara gemuruh angin mebawa daun-daun kering yang ada dipinggiran kota. Malam minggu yang begitu dingin merasuk hingga kepori-pori kulit tak mematahkan semangat para kaula remaja untuk menikmati suasana malam minggu bersama pasangan mereka. Tetapi berbeda dengan pemuda yang bernama Didit yang bebeda dengan Sifat sahabatnya yang bernama Rian. Didit hanya menikmati malam minggunya dengan bermain game playstation yang biasa disingkat PS.

“Hei, Dit?.” Sapa Rian teman Didit

“Hei, Rian.” Jawabnya singkat sambil serius memencet tombol stick

“kamu nggak keluar?.” Tanya Rian sambil memukul puggung Didit

“Aku malas keluar mending main PS daripada keluar nggak jelas mau kemana.” Sahut Didit

“Kehidupan yang sangat tak bergairah.” Ejek Rian

“Nggak apalah! Yang penting aku happy.” Ujar Didit

“Kayaknya kamu manusia nggak normal! Emang kamu nggak punya pujaan hati yah?.” Tanya Rian

“Ahh, pujaan hati? Buat apa sih pacaran? Pacaran itu cuman bisa bikin sakit hati!.” Jawab Didit yang masih sibuk dengan games yang dimainkannya

“Waduh, benar-benar nggak normal nih anak! Kalau kita punya pacar tuh serasa dunia milik berdua.” Kata Rian sambil merampas stick PS dari tangan Didit

“Ahh, Dunia milik berdua? Mimpi yah? Memangnya dunia ini cuman ada kamu aja apa?. Sahut Didit sambil merampas kembali stick PS dari tangan Rian

Tak lama mereka berbincang-bincang handphone Rian berbunyi dan ternyata itu adalah telepon dari kekasih Rian yang bernama Karsa. Rian pun menjawab panggilannya

“Halo, kamu dimana?.” Ucap Karsa

“Aku di rumah teman. Ada apa kamu nelpon? Tumben banget!.” Tanya Rian

“Kamu lupa yah kalau malam ini kita janjian?.” Tanya Karsa dengan nada yang cukup keras

“Wah, sorry.. aku lupa! Maaf yah? Kamu dimana?. Jawab Rian sambil menanyakan tempat Karsa

“Aku di cafe dekat Supermarket.” Jawab Karsa

“Kalau begitu tunggu aku disana yah? Aku akan segera datang.” Ucap Rian

“Iya, tapi cepetan yah? Soalnya dari tadi aku disini. Aku risih nungguin kamu sendiri.” Ucap Karsa

handphonenya pun mati dan Rian pamit dengan Didit yang asyik bermain game. setelah itu Rian segera ke cafe tempat mereka janjian sesampai disana Rian menjelaskan semuanya dan ternyata Karsa sangat kecewa dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

“Aku minta maaf yah?.” Sahut Rian

“Enak banget yah kamunya minta maaf, aku tuh kecewa banget sama kamu. Mungkin lebih baik hubungan kita sampai disini saja!.” Kata Karsa yang kemudian pergi meninggalkan Rian

“Sa..sa.. jangan pergi! Aku nggak mau hubungan kita berkhir begitu saja.” Teriak Rian meski tak dihiraukan

Rian pun pulang dengan wajah yang sangat tak karuan bagaikan dia tak punya gairah hidup.

***

Hari demi hari, sifat Rian berubah. wajahnya tak pernah menampakkan senyuman. hanya kesedihanlah yang ada dimatanya. Sampai ketika dia mendengar bahwa Karsa pacaran dengan Didit sahabat karibnya. Rian pun langsung menemui Didit.

“Hee, kamu jahat banget yah!.” Ucap Rian dengan nada tinggi

“Ada apa? Datang-datang kok marah?.” Kata Didit sambil menatap mata Rian yang penuh amarah

“Nggak usah pura-pura nggak tahu deh kamu. Aku kira kamu tuh sahabat yang baik ternyata kamu pacaran dengan orang yang masih aku sayang.” Kata Rian yang memaki Didit

“Aku nggak bermaksud untuk merebut pacar kamu.”

“Lalu ini apa namanya? Jangan munafik deh! Kalau kamu jantan maju sini lawan aku.” Sahut Rian sinis

“Kok kamu gitu sih? Aku tuh nggak mau kalau persahabatan kita jadi renggang gara-gara cewek.” Sahut Didit sambil mengingatkan Rian

“Nggak usah banyak ngomong deh! Kalau kamu nggak maju duluan gue yang akan maju.” Kata Rian yang sangat emosi

Didit dan Rian pun akhirnya bertengkar. Ketika mereka bertengkar Karsa pun datang dan berusaha untuk meleraikan keduanya.

“Dit, an, sudah.. ! kenapa sih kalian kayak anak kecil gini?.”Sahut Karsa yang tiba-tiba muncul

“Ini semua gara-gara kamu Sa, kenapa kamu lebih milih dia daripada aku yang sangat sayang sama kamu?.” Kata Rian

“Perasaan nggak bisa dipaksain. Aku baru sadar, aku lebih sayang sama Didit dari pada kamu.”

“Memang, dasar perempuan yang nggak punya perasaan.” Sahut Rian

“Terserah kata kamu deh, Dit ayo kita pulang.” Kata Karsa sambil mengajak Didit pergi

Karsa dan Didit pulang dan meninggalkan Rian sendiri. Rian sangat cemburu melihat Karsa dan Didit begandengan tangan pada waktu ia pulang. Rian pun menyadari bahwa dia mencintai tetapi dia tidak dicintai. Rian pun mencoba untuk mencari pengganti Karsa dalam hatinya.

***

Waktu terus berputar. Detik, menit, jam, hari, minggu, bahkan bulan telah berlalu Rian berusaha untuk tegar sampai suatu ketika ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Lani tak lain dari teman Riska adik Rian sendiri. Rian pun merasa kalau dia punya hati sama Lani, Rian dan Lani pun berkenalan dan mulai akrab.

“Hei, kok sendirian aja? Boleh kenalan nggak?.” Tanya Rian ingin berkenalan

“Iya, Namaku Lani.”jawab Lani

“Nama yang cantik. Secantik orangnya.” Gombal Rian

“Ahh, bisa aja. By the way aku mau pergi dulu yah soalnya aku banyak urusan.” Kata Lani yang terburu-buru untuk pergi.

“Cantik banget cewek yang tadi. Kapan yah gue bisa bertemu dia lagi? Wah, belum sempat minta nomor lagi.” Gumam Rian

Rian pun pulang ke rumah. Sesampai di rumah Kejadian yang tak disangka terjadi, teman baik Riska yang tak lain adik Rian.

“Ka’ kenalin ini teman aku.” Sahut Riska

“Ehh, Lani? Wah, ternyata kamu teman Riska yah?.” Ucap Rian yang heran melihat Lani

“Hmm, Iya! Riska ini sahabat ku.” Jawab Lani

“Wah, ternyata kalian sudah saling kenal yah?.” Tanya Riska

“Iya tadi kami tak sengaja bertemu di jalan. Oh iya, kakak masuk dulu yah? Kakak mau mandi dulu.” Jawab Rian dan berpamit kepada Riska dan Lani

“Iya kak.” Jawab Lani dan Riska

“By the way, Hmm.... Lani, tau nggak kamu tuh udah berhasil balikin ka’ Rian seperti dulu lagi.” Ucap Riska

“Emangnya ka’ Rian kenapa?.” Tanya Lani

“Semenjak pacarnya khianatin dia sifat ka’ Rian berubah drastis. Ka’ Rian jarang di rumah, kalau udah pulang dia tak pernah kaluar dari kamar. Maklum lah soalnya mantan pacarnya itu pacaran dengan sahabat ka’ Rian sendiri.” Kata Riska yang bercerita tentang Rian

“Wah, kasihan banget ka’ Rian.” Sahut Lani

Pada saat itu Lani merasa punya rasa sama kakak sahabatnya begitu pun Rian. Mereka sama-sama suka tetapi Rian malu nyatain perasaannya ke Lani. Waktu terus berputar dan kini matahari sudah mulai tenggelam, itu artinya tanda petang mulai tiba. Lani pun bergegas untuk pulang

“Aku pulang dulu yah? Ini sudah mau malam.” Pamit Lani

“Iya. Hati-hati yah?.” Ucap Riska

Sesampai di rumah Lani belum sempat membuka pintu kamar handphone Lani berdering. Dan ternyata nomor baru yang masuk Lani pun menjawab telepon.

“Halo, ini siapa?.” Tanya Lani

“Ini Rian kakaknya Riska.” Jawab Rian

“Wah, dari mana kakak ambil nomor handphoneku? Pasti Riska yang kasi’ yah?. Tanya Lani

“Iya, tadi aku minta sama Riska.” Jawab Rian

“Ada apa kakak nelpon?.” Tanya Lani

“Nggak kok, cuman nelpon aja.” Jawab Rian

Seiring waktu berjalan Rian dan Lani sering berkomunikasi sampai akhirnya Rian bertekad untuk menyatakan persaannya kepada Lani. Rian pun mengajak Lani ketemuan di cafe dekat supermarket.

“Ada apa ka’?kok kayaknya penting banget.” Tanya Lani

“To the point aja, aku suka sama kamu Lan, mau nggak kamu jadi pacar aku?.” Kata Rian yang menyatakan perasaannya

“Hmmm, iya sih. Sebenarnya aku juga suka sama ka’ Rian tapi aku takut kalau cintaku bertepuk sebelah tangan.” Jawab Lani yang juga jujur dengan perasaannya

“Jadi, intinya kamu mau jadi pacar aku kan?.” Tanya Rian yang semakin ingin tahu

“Iya deh. Aku mau!.” Jawab Lani yang mengiyakan.

Mereka pun berdua menjalin hubungan yang lebih dari teman atau biasa dikenal berpacaran. Lani dan Rian menjalin hubungan yang begitu Romantis. Pada saat itu Rian telah merelakan Karsa untuk sahabatnya dan bertekad untuk memaafkan sahabatnya dan bersahabat seperti dulu lagi. Semua terasa indah apabila kedamaian di dalam sebuah hubungan, entah itu persahabatan, berpacaran, atau keluarga. Dua pasang kekasih Didit dan Karsa, Rian dan Lani hidup bahagia tanpa pertikaian antara sahabat dengan sahabat, pacaran dengan pacaran.

Ditulis oleh : Siti Hajrah
Disqus Comment
Parse Tool