Sunday, December 6, 2015

Hi, Apa Kabar!?

La Majjakka, Pinrang, Sulawesi Selatan

Assalamu’alaikum San, sudah lama sejak terakhir ku sapa ki seperti itu, maaf sejenak menghilang ka, lagi serius ka menyibukkan diri, heheh, rindu ki iyya? :v Mungkin akan berpikiran ki, itu pi muncul ka kalau lagi ada ji mau na cerita, tapi sepertinya memang begitu di’. Tapi harus ga sifat perhatian itu di tunjukkan dengan perbuatan alias tindakan? Entahlah, jangan ki tatap ka seperti itu, tidak ku tau juga :/

Menurut ta lebih bagus yang mana, orang yang sifatnya lebih terbuka sama orang lain atau yang tidak? Beberapa bulan terakhir ada hal yang mengganggu pikiranku, katanya dalam agama sebaiknya jangan terlalu banyak bicara orang, tidak tau ka juga kenapa bisa seperti itu tapi kalau menurutku itu tergantung – tergantung yang di gantung – tergantung orangnya bisa tidak bicara dengan baik, ka biasa juga ada orang kalau ada ki di dekatnya pasti bergumam “kayaknya memang lebih baik ini orang diam mi saja”, entah karena kata-katanya tidak enak di dengar atau memang berisik orangnya. Kalau menurutku sepertinya lebih baik kalau tidak pendiam ka, jadi seperti biasa saja, karena dengan bicara bisa ka mengerti orang lain dan bisa ka kasih mengerti orang lain tentang diriku, dengan bicara itu tandanya masih hidup ka :D. Tapi akhir-akhir ini sejak tidak ada mki jadi orang yang jauh lebih pendiam ka dari diriku yang sebenarnya, kalau ta lihat keseharianku mungkin akan bilang ki “pendiam dari mananya ko?”, hampir setiap hari ka ketawa-ketiwi di lab :v, tapi sebenarnya begitu caraku diam, kenapa diam? Karena kalau di lab ka hampir sepenuhnya kata-kata yang ku pake setiap hari itu datang dari pikiran, bukan dari hati, dari yang ku lihat ji, bukan dari yang ku rasakan. Yahh mungkin di sini mi, di tulisan ini, sebagian besar tempat dimana tidak jadi orang pendiam ka :D

Ohiya kembali tentang yang ku tanyakan tadi, lebih baik jadi orang terbuka atau tidak, tapi kadang juga bingung ka mau jawab bagaimana pertanyaan itu – ka itu pertanyaan sudah lama sekali ku tanyakan sama diriku sendiri hanya saja tidak bisa ka jawab jadi ku tanyakan sama kta – terkadang kalau ada nasehat-nasehat islami ku dengar selalu ka kurasa kayak “mungkin betul juga”, meskipun kadang merasa ka kalau terlalu ki kalau jadi seperti itu – terlalu fanatik – tapi toh tidak ada kata terlalu untuk jadi orang baik – seperti yang pernah na kasih tau ka senior ku kalau sebaiknya dikurangi itu dengar musik, hhm sepertinya betul juga iyya, alasannya cari sendiri mki supaya faham :D.
Disqus Comments